Kemenkes Targetkan Skrining Penyakit Tidak Menular terhadap 70 Persen Penduduk Indonesia
Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Eva Susanti mengatakan, pemerintah menargetkan 70 persen skrining untuk penyakit tidak menular atau PTM.
"Tahun ini kita punya target skrining 70 persen masyarakat Indonesia. Penyakit tidak menular prioritas ada empat, salah satunya adalah kanker limfoma," ucap Eva Susanti pada seminar Peringatan Hari Kesadaran Limfoma 2023, di Jakarta, Jumat (15/9/2023).
Eva menjelaskan, langkah skrining dilakukan dalam rangka transformasi di bidang kesehatan, sekaligus mencegah penyebaran penyakit tidak menular di masyarakat.
"Memang kita dalam melakukan transformasi kesehatan ada beberapa pilar yang kita lakukan. Transformasi pertama di layanan skrining, ada 14 penyakit penyebab utama kematian dan berbiaya besar," jelasnya.
Menurut Eva, pemerintah telah melakukan perbaikan pada laboratorium masyarakat, dan juga mengimbau masyarakat untuk dilakukan deteksi dini, yang dimulai dari bayi hingga lansia.
"Kami sudah melakukan perbaikan untuk laboratorium kesehatan masyarakat, guna melengkapi pemeriksaan penunjang penegakan diagonsis dari level pertama yakni dilakukan skrining mulai dari bayi sampai lansia," imbuhnya.
Eva menambahkan, skrining tersebut untuk menentukan langkah apa yang harus dilakukan. "Kemudian, di usia remaja apa skrining yang harus dilakukan, sementara di usia produktif apa skrining yang harus dilakukan. Semua itu sudah kita buat untuk masyarakat bisa melakukan skrining tertentu," pungkas Eva.
Berdasarkan data Globocan (The Global Cancer Observatory) 2020, terdapat 16.000 kasus baru Limfoma Non Hodgkin dan hampir 10.000 kasus limfoma Non Hodgkin meninggal. Terdapat 1.188 kasus baru limfoma Hodgkin dan sekitar 300.000 kasus limfoma Non Hodgkin meninggal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar