Pilihan

Ukraina Mulai Kehabisan Amunisi Perang Lawan Rusia karena Bantuan Amerika Tak Kunjung Datang - Tribunjateng

 

Ukraina Mulai Kehabisan Amunisi Perang Lawan Rusia karena Bantuan Amerika Tak Kunjung Datang - Tribunjateng

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Ukraina mulai kehabisan amunisi karena paket besar bantuan perang dari Amerika Serikat (AS) yang diminta Presiden Joe Biden masih diblokir Partai Republik di Kongres.

Hal itu disampaikan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat Jake Sullivan pada Rabu (14/2/2024).

Sullivan kemudian mendesak DPR AS yang dipimpin Partai Republik mengikuti Senat dan segera menyetujui paket bantuan bernilai miliaran dollar AS itu.

Baca juga: Vladimir Putin Ingin Joe Biden Menangi Pilpres AS, Ini Alasannya

"Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi.

Setiap hari harus mengorbankan rakyat Ukraina dan kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat," kata Sullivan kepada wartawan di Gedung Putih, dikutip dari kantor berita AFP.

“Pertaruhannya semakin tinggi.

Akibat dari tidak adanya tindakan juga semakin tinggi setiap hari,” tambahnya.

“Kami semakin banyak mendapat laporan pasukan Ukraina menjatah, atau bahkan kehabisan amunisi di garis depan, saat pasukan Rusia terus menyerang baik di darat maupun mencoba melemahkan pertahanan udara Ukraina.”

Sullivan melanjutkan, para sekutu dan musuh AS sama-sama mengamati situasi ini dengan cermat.

Pernyataan Sullivan keluar sehari setelah Biden berpidato di televisi untuk mendesak Partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat meloloskan RUU tersebut.

Biden juga mengecam calon pesaingnya di pilpres AS 2024, Donald Trump, atas ancaman kepada negara-negara NATO yang tidak membayar iuran tahunan.

Adapun panglima militer baru Ukraina yaitu Oleksandr Syrsky pada Rabu pagi mengatakan, situasi di garis depan dengan Rusia sangat sulit karena bantuan militer AS tak kunjung datang. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bantuan AS Tak Kunjung Datang, Ukraina Mulai Kehabisan Amunisi Lawan Rusia"

Baca juga: Ukraina Ubah Taktik untuk Kuras Tenaga Pasukan Rusia

Komentar

Baca Juga (Konten ini Otomatis tidak dikelola oleh kami)

Antarkabarid

Arenanews

Antaranews

Berbagi Informasi

Kopiminfo

Liputan Informasi 9

Media Informasi

Opsi Informasi

Opsitek