Internasional,
Idulfitri di Gaza: Perayaan Penuh Kesedihan, Lakukan Salat Idukfitri di Luar Reruntuhan Masjid

Kompas.tv - 31 Maret 2025, 10:00 WIB

GAZA, KOMPAS.TV - Warga Palestina di Gaza merayakan Idulfitri 2025 dengan penuh kesedihan dan duka cita setelah sejumlah anak terbunuh karena serangan Israel.
Warga Palestina di Gaza, merayakan Idulfitri 2025 pada Minggu (30/3/2025) kemarin.
Jelang Idulfitri, sebanyak 14 jasad penanggap darurat telah ditemukan di Rafah sepekan setelah serangan Israel.
Baca Juga: Indonesia Bergerak Bantu Korban Gempa Bumi Myanmar, Mulai Kirim Bantuan Sore Ini
Oleh Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah disebut sebagai serangan paling mematikan terhadap pekerja Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di seluruh dunia sejak 2017.
Seharusnya ini menjadi perayaan penuh kegembiraan, namun bagi sekitar 2 juta warga Gaza, Idulfitri saat ini adalah upaya untuk bertahan hidup.
Dikutip dari Associated Press, banyak warga Palestina di Gaza melakukan Salat Idulfitri di luar masjid yang hancur.
“Ini adalah Idulfitri penuh kesedihan,” kara Adel al-Shaer, setelah menjalani Salat Idulfitri di tengah reruntuhan masjid di Deir Al-Balah.
“Kami kehilangan orang tercinta, anak kami, hidup kami dan juga masa depan kami,” tambahnya.
Ia mengatakan seraya mulai menangis bahwa 20 anggota keluarganya telah terbunuh karena serangan Israel.
Itu termasuk empat keponakannya yang masih kecil beberapa hari lalu.
Israel telah mengakhiri gencatan senjata dengan Hamas, dan melanjutkan perang pada awal bulan ini dengan melakukan bombardier yang membunuh ratusan orang.
Hal itu terjadi setelah Hamas menolak menerima perubahaan dari gencatan senjata yang tercapai pada Januari lalu.
Israel juga tak mengizinkan makanan, bahan bakar dan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza selama sebulan.
“Ada pembunuhan, pemindahan, kelaparan dan pengepungan,” kata Saed Al-Kourd, seorang umat Muslim lainnya yang baru melaksanakan Salat Idulfitri.
“Kami keluar untuk beribadah kepada Tuhan, untuk membuat anak-anak bahagia, namun untuk menikmati Idulfitri? Tidak ada Idulfitri,” tambahnya.
Baca Juga: Hamas Setuju Proposal Mesir untuk Bebaskan 5 Sandera demi Gencatan Senjata, Ini yang Israel Lakukan
Mediator Arab saat ini berusaha untuk mengembalikan gencatan senjata kembali ke jalurnya.
Hamas pada Sabtu (29/3) akhir pekan lalu mengatakan telah menyetujui proposal terbaru dari Mesir dan Qatar.
Namun, Israel mengatakan akan memberikan proposal balasan hasil koordinasi dengan Amerika Serikat (AS), yang juga menjadi mediator.

Kami memberikan ruang untuk
Anda menulis
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Daftar di sini
Sumber : Associated Press
Tidak ada komentar:
Posting Komentar