Jalur Legenda Mudik dan Arus Balik Ini Diremake dengan Dana Rp300 Miliar, Kini Jadi Spot Foto Populer - Ayo Bandung
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM - Jalan Lingkar Nagreg, yang selama ini dikenal sebagai jalur alternatif pemudik untuk menghindari kemacetan di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, kini mengalami perubahan besar.
Dengan dana mencapai Rp300 miliar, jalur ini telah direnovasi dan menjadi daya tarik baru bagi masyarakat, terutama sebagai lokasi favorit untuk berfoto dan berbagi momen di media sosial.
Jalur yang dibangun dengan membelah pegunungan ini awalnya dirancang untuk mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus mudik dan balik Lebaran.
Baca Juga: Bandung Bakal Punya Jembatan Layang Baru Lagi Sepanjang 550 Meter yang Akan Rampung Mei 2025
Pembangunannya dimulai sejak tahun 2007 dan selesai pada 2010, melibatkan teknik pengerjaan yang kompleks, termasuk penggalian sedalam 50 meter menggunakan Giant Breaker serta pemasangan dinding setinggi 60 meter untuk mencegah longsor.
Seiring waktu, fungsi jalur ini berkembang tidak hanya sebagai akses transportasi, tetapi juga sebagai destinasi wisata dadakan.
Banyak pengendara, terutama pengguna sepeda motor, sengaja berhenti di beberapa titik strategis untuk menikmati pemandangan dan mengabadikan momen mereka.
Salah satu lokasi favorit adalah jembatan Tanjakan HP, yang menawarkan panorama indah sebelum memasuki terowongan.
Pembangunan jalan lingkar ini bertujuan mengatasi kepadatan lalu lintas di ruas Cileunyi-Nagreg yang disebabkan oleh pertigaan Nagreg menuju Garut serta tanjakan curam dengan kemiringan lebih dari 17 persen.
Ruas jalan sepanjang 5,26 kilometer ini didesain satu arah dari timur dengan lebar jalan mencapai 7 meter serta dua jembatan girder.
Pendanaan proyek ini bersumber dari APBN untuk konstruksi, sementara pembebasan lahan menggunakan APBD Jawa Barat.
Baca Juga: Sudah Hampir Selesai, Kapan Jalan Aspal Mulus Penghubung Wado-Kadipaten Dibuka?
Proses pengerjaannya dilakukan secara bertahap dengan kontrak multiyears sejak 2006 hingga 2010.
Tahap pertama menghabiskan Rp58 miliar, tahap kedua Rp81 miliar, dan tahap ketiga yang tendernya dilakukan pada tahun berikutnya senilai Rp116 miliar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar