Kepala BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Saat Momen Lebaran
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, perlu ada kewaspadaa di tingkat stakeholder dan masyarakat beberapa waktu ke depan, di sejumlah wilayah lantaran adanya curah hujan dengan intensistas lebat.
Advertisement
Liputan6.com, Jakarta Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, perlu ada kewaspadaa di tingkat stakeholder dan masyarakat beberapa waktu ke depan, di sejumlah wilayah lantaran adanya curah hujan dengan intensistas lebat.
"Bapak Menko dan Menteri, perkenankan kami menambahkan tambahan informasi perlunya kewaspadaan, terutama tadi sudah disampaikan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan dapat berkembang menjadi sangat lebat terutama di wilayah Jawa Timur," kata Dwikorita di Mapolda Metro Jaya, Minggu (30/3/2025).
"Kemudian juga di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, kemudian juga Nusa Tenggara Timur, Aceh, Sumatera Utara. Kemudian juga di Maluku Utara dan Sulawesi Selatan," sambungnya.
Advertisement
Ia menjelaskan, kewaspadaan itu berlaku sejak 31 Maret-1 April 2025. Oleh karenanya, ia meminta doa kepada masyarakat agar bisa menjadi lebih kondusif selama dua hari tersebut.
"Nah itu berlaku untuk tanggal 31 Maret hingga 1 April. Jadi selama dua hari lebaran ini mohon doa agar semuanya karena sudah dimitigasi insyaAllah dengan doa kita semua menjadi lebih kondusif," jelas Dwikorita.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/promo_mobile_images/1/original/099200400_1743223043-Mobile_Frame_Sidang_Isbat.png)
Cuaca Pelayaran
Kemudian, untuk cuaca pelayaran diprediksi sudah mulai melandai karena adanya penguatan kecepatan angin. Meski begitu, ada yang juga harus diwaspadai wilayah turbulensi dalam penerbangan.
"Dan untuk cuaca penerbangan ini yang perlu diwaspadai adalah wilayah turbulensi dari Aceh menerus hingga Sumatera Barat, Jambi, ini menerus. emudian juga Jawa Timur bagian Selatan, kemudian juga Halmahera Utara," ungkapnya.
"Namun khusus untuk penerbangan ini mitigasinya lebih tangguh ini dari Kementerian Perhubungan, mitigasinya lebih lebih tersistem dan lebih handal insyaAllah dibandingkan mitigasi di pelayaran ataupun di jalur darat," sambungnya.
Reporter: Nur Habibie/Merdeka.com
Advertisement
Tidak ada komentar:
Posting Komentar