Peristiwa Internasional
Asops Kasal: TNI AL Akan Kirim KRI Radjiman-992 untuk Bantu Korban Gempa Bumi Myanmar

Selasa, 1 April 2025 - 06:41 WIB
Jakarta, VIVA – TNI Angkatan Laut akan memberangkatkan kapal perang KRI dr.Radjiman Wedyodiningrat-992 (KRI RJW-992) untuk membantu korban gempa bumi Myanmar.
Hal itu disampaikan Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksamana Muda (Laksda) TNI Yayan Sofiyan saat melakukan pemeriksaan kesiapan Operasi Bantuan Kemanusiaan Luar Negeri untuk korban terdampak gempa bumi yang melanda Myanmar dan Thailand di Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara, Senin, 31 Maret 2025 kemarin.
“Kapal perang yang disiapkan adalah KRI Radjiman Wedyodiningrat-992, itu kapal bantu rumah sakit yang didalamnya sudah dilengkapi dengan kontainer-kontainer medis dan bisa melaksanakan kegiatan operasi medik,” kata Asops Kasal Laksda TNI Yayan Sofiyan.
Dia menambahkan, pengerahan alutsista kapal perang jenis kapal bantu rumah sakit itu menindaklanjuti Presiden Prabowo Subianto untuk tanggap segera terhadap gempa bumi yang menimpa salah satu negara sahabat yaitu Thailand dan Myanmar.
Menurut Laksda TNI Yayan, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah berkoordinasi dengan pemerintah Myanmar untuk operasi kemanusiaan tersebut.
Bantuan Kemanusian yang saat ini dibutuhkan para korban terdampak yaitu penggelaran operasi medik dan penyaluran obat-obatan, tenda, dan selimut.
"Tugas tersebut merupakan salah satu dari tugas TNI dalam rangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP)," ujar Yayan Sofiyan.
Adapun pasukan yang disiapkan dalam operasi kemanusiaan di Myanmar terdiri dari personel TNI AD, TNI AL dan TNI AU. Rencananya mereka akan diberangkatkan melalui jalur laut dengan membawa obat-obatan, serta logistik lainnya pada tanggal 3 April 2025 nanti.
"TNI AL berkomitmen dalam memberikan manfaat yang besar dan membantu kesulitan masyarakat selaras dengan kebijakan Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, terutama dalam memberikan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana alam yang melanda di negara Myanmar," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Myanmar telah diguncang gempa berkekuatan magnitude 7.7 SR pada Jum'at, 28 Maret 2025 lalu. Gempa bumi Myanmar tersebut telah berdampak hingga Thailand.
Pemerintah Myanmar telah mengumumkan, hingga Senin, 31 Maret 2025 kemarin, 2.056 orang meninggal dunia, 3.900 orang luka-luka, dan 270 orang masih dinyatakan hilang akibat gempa bumi yang mengguncang Myanmar tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar