0
News
    Home Dunia Internasional Featured Gaza Israel Konflik Timur Tengah

    Operasi Militer Israel Tewaskan 20 Sandera di Gaza | Sindonews

    4 min read

     Dunia Internasional,Konflik Timur Tengah,

    Operasi Militer Israel Tewaskan 20 Sandera di Gaza | Halaman Lengkap

    logo-apps-sindo

    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.

    Sabtu, 31 Mei 2025 - 18:25 WIB

    Operasi Militer Israel...

    Operasi militer tewaskan 20 sandera di Gaza. Foto/X/@IAFsite

    GAZA 

    - Operasi militer

    Israel 

    membahayakan nyawa sedikitnya 54 tawanan Israel di Gaza, 20 di antaranya tewas. Itu terungkap dalam investigasi Haaretz yang diterbitkan Jumat.

    Laporan tersebut mengatakan bahwa selama 601 hari konflik, mulai 7 Oktober 2023, tindakan tentara Israel, termasuk serangan udara, menyebabkan kematian tawanan baik secara langsung atau "dieksekusi oleh penculiknya karena aktivitas militer di dekat tempat mereka berada."

    Hamas belum mengomentari klaim surat kabar tersebut tentang pembunuhan tawanan Israel.

    Haaretz mengatakan bahwa meskipun ratusan serangan berhasil dihindari karena kekhawatiran akan dekatnya sandera, militer mengizinkan serangan dalam "jarak aman" beberapa ratus meter.

    "Semakin banyak serangan, semakin besar risikonya," kata seorang sumber militer kepada Haaretz.

    Yang lain mengakui: "Jika tidak ada informasi [tentang tawanan], serangan akan terus berlanjut."

    Investigasi tersebut bertentangan dengan klaim resmi militer tentang tindakan pencegahan maksimal untuk melindungi para sandera.

    Baca Juga: Golden Dome, Bukti Ketakutan AS pada Perang Dunia III

    Israel telah melancarkan serangan dahsyat di Gaza sejak serangan Hamas Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 250 orang.

    Sejak saat itu, Israel telah menewaskan lebih dari 54.000 warga Palestina, menghancurkan daerah kantong itu, dan menciptakan kondisi seperti kelaparan.

    Israel memperkirakan bahwa 58 sandera masih berada di Gaza, termasuk 20 orang yang diyakini masih hidup.

    Sementara itu, lebih dari 10.000 warga Palestina ditahan di penjara Israel dalam kondisi yang buruk, termasuk laporan penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis, menurut kelompok hak asasi manusia.

    Oposisi Israel dan keluarga sandera menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memperpanjang perang untuk menenangkan mitra koalisi sayap kanannya dan mempertahankan kekuasaan.

    (ahm)

    Iklan - Scroll untuk melanjutkan

    Iklan - Scroll untuk melanjutkan

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com,

    Klik Disini 

    untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Infografis

    Kapal Bantuan Gaza Dibom...

    Kapal Bantuan Gaza Dibom Israel di Perairan Internasional

    Komentar
    Additional JS