0
News
    Home Dunia Internasional Featured Israel Konflik Timur Tengah Nuklir Spanyol

    PM Spanyol Bicara Bom Nuklir untuk Melawan Israel, Netanyahu Murka - SindoNews

    3 min read

     Dunia Internasional, Konflik Timur Tengah 

    PM Spanyol Bicara Bom Nuklir untuk Melawan Israel, Netanyahu Murka

    Jum'at, 19 September 2025 - 07:49 WIB

    PM Spanyol Pedro Sanchez membuat PM Israel Benjamin Netanyahu marah setelah berbicara tentang penggunaan bom nuklir untuk menghentikan perang brutal Israel di Gaza, Palestina. Foto/USC
    A
    A
    A
    TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez telah membuat PM Israel Benjamin Netanyahu marah setelah berbicara tentang penggunaan bom nuklir untuk menghentikan perang brutal Israel di Gaza, Palestina. Netanyahu mengatakan pernyataan itu merupakan ancaman genosida nyata terhadap satu-satunya negara Yahudi di dunia.

    Komentar PM Sanchez disampaikan dalam pidatonya Senin pekan lalu. "Spanyol, seperti yang Anda ketahui, tidak memiliki bom nuklir, kapal induk, atau cadangan minyak yang besar," kata Sanchez.

    "Kita sendiri tidak dapat menghentikan serangan Israel," ujarnya. "Tetapi itu tidak berarti kita tidak akan berhenti berusaha, karena ada tujuan-tujuan yang patut diperjuangkan, meskipun memenangkannya bukanlah satu-satunya kekuatan kita," paparnya.

    Baca Juga: Presiden Irlandia: Israel dan Negara-negara Pemasok Senjatanya Harus Diusir dari PBB!

    Netanyahu tak terima dengan pernyataan Sanchez. "Dia telah membuat ancaman genosida yang nyata terhadap satu-satunya negara Yahudi di dunia. Tampaknya, Inkuisisi Spanyol, pengusiran orang Yahudi dari Spanyol, dan pembunuhan massal sistematis orang Yahudi dalam Holocaust, tidak cukup bagi Sanchez," katanya, seperti dikutip dari New York Post, Jumat (19/9/2025).

    Fox News Digital meminta komentar seorang juru bicara Kedutaan Besar Spanyol di Washington, D.C., yang mengarahkan ke pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Spanyol bahwa tuduhan Netanyahu "salah dan fitnah".

    "Pemerintah Spanyol menegaskan kembali bahwa kami segera mengutuk serangan keji yang dilakukan pada 7 Oktober oleh kelompok Hamas dan telah menuntut pembebasan tanpa syarat semua sandera sejak hari pertama," katanya.

    Juan Caldes, koordinator advokasi Eropa di Asosiasi Yahudi Eropa, mengecam pernyataan PM Spanyol. Dia juga tak terima dengan narasi bahwa Israel merupakan negara pelaku genosida.

    "Sangat munafik dan sinis menyebut Israel sebagai negara genosida ketika seseorang menyebutkan betapa disayangkannya fakta bahwa Spanyol tidak memiliki senjata nuklir untuk menghentikan Israel. Itulah definisi genosida, ketika ada niat yang disengaja untuk menghancurkan kelompok tertentu (baik etnis, agama, atau ras)," katanya kepada Fox News Digital.

    Caldes, yang berkebangsaan Spanyol, mengatakan: "Sanchez mendukung perjuangan Palestina agar tidak membicarakan skandal korupsi pribadinya yang melibatkan beberapa anggota keluarganya dan juga banyak skandal korupsi yang melibatkan banyak rekannya dari Partai Sosialis."

    "Koalisi Sanchez (sosialis dan komunis) telah mengekspresikan pandangan yang sangat antisemit sejak 7 Oktober," imbuh dia.

    Dia mengutip Yolanda Diaz, wakil presiden Spanyol, yang dalam pidato yang disiarkan televisi tahun lalu, mengatakan, "Dari sungai hingga laut, Palestina akan merdeka … Dengan kata lain, dari Sungai Yordan hingga negara Mediterania, solusi satu negara yang menghapus semua orang Yahudi dari tanah ini."

    Menurut Caldes, retorika dan tindakan Sanchez menunjukkan betapa antisemitisme telah mengakar dalam pemerintahan Spanyol. "Meskipun demikian, penting untuk tidak menyamakannya dengan mayoritas rakyat Spanyol yang tidak memiliki pandangan antisemit," ujarnya.

    Menurut statistik dari Badan Yahudi untuk Israel pada bulan September, komunitas Yahudi Spanyol berjumlah 12.900 jiwa dari populasi yang berjumlah lebih dari 49 juta jiwa.

    "Tahun lalu, Spanyol mengalami peningkatan terbesar dalam sejarah modern dalam ujaran, insiden, dan serangan antisemit, naik 321% dibandingkan tahun 2023 dan 567% dibandingkan tahun 2022," menurut laporan Federasi Komunitas Yahudi Spanyol.

    Kementerian Luar Negeri Spanyol mempermasalahkan tuduhan antisemitisme yang dilayangkan Israel kepada PM Sanchez. "Pemerintah yang sama ini mengambil keputusan untuk mengadopsi definisi antisemitisme IHRA [International Holocaust Remembrance Alliance] dan menyetujui Rencana Nasional pertama melawan Antisemitisme pada tahun 2023. Spanyol menolak segala bentuk antisemitisme, rasisme, xenofobia, atau intoleransi dan telah menerima 72.000 orang Yahudi Sephardi sebagai warga negara dalam beberapa tahun terakhir sebagai hasil dari undang-undang khusus untuk mereka."

    Kementerian Luar Negeri Spanyol juga menyatakan dukungannya terhadap solusi dua negara. "Spanyol membela keberadaan dua negara, Palestina dan Israel, yang hidup berdampingan dalam hubungan bertetangga yang baik dan ...dengan jaminan timbal balik untuk perdamaian dan keamanan mereka, sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian.”
    (mas)
    Komentar
    Additional JS