0
News
    Home Donald Trump Dunia Internasional Featured Inggris Rusia

    Inggris Tangkap 3 Terduga Mata-mata Rusia saat Trump Berkunjung - SindoNews

    2 min read

     Dunia Internasional, 

    Inggris Tangkap 3 Terduga Mata-mata Rusia saat Trump Berkunjung

    Jum'at, 19 September 2025 - 00:02 WIB

    Polisi London menangkap tiga orang terduga mata-mata Rusia saat Presiden AS Donald Trump berkunjung ke Inggris. Foto/The Independent
    A
    A
    A
    LONDON - Polisi Metropolitan London telah menangkap tiga orang terduga mata-mata Rusia, Rabu waktu setempat. Penangkapan berlangsung saat kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Inggris.

    Pembicaraan tentang mengakhiri perang Rusia-Ukraina dilaporkan menjadi topik utama pembicaraan Trump dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer selama kunjungan tersebut.

    Sekutu-sekutu NATO telah membunyikan peringatan atas meningkatnya jumlah rencana intelijen Rusia untuk melakukan tindakan sabotase di dalam negara mereka—beberapa di antaranya berhasil—di tengah ketegangan antara Moskow dan Barat terkait perang di Ukraina.

    Baca Juga: Jet Tempur Inggris Bakal Berkeliaran di Polandia usai Serangan 19 Pesawat Nirawak Rusia

    Rusia membantah mendalangi rencana semacam itu dan, pada gilirannya, menuduh sekutu Barat melakukan spionase dan tindakan rahasia untuk melemahkan Moskow.

    Kepolisian Metropolitan London mengatakan dua pria dan seorang wanita ditangkap di sebuah alamat di Essex, sebuah wilayah di sebelah timur ibu kota.

    Ketiganya didakwa memiliki dokumen identitas palsu, yang disebut-sebut mencakup paspor untuk beberapa negara, termasuk Inggris, Bulgaria, Prancis, Italia, Spanyol, Yunani, dan Republik Ceko.

    Ketiganya ditahan pada hari Rabu oleh petugas kontraterorisme dalam penyelidikan dugaan pelanggaran undang-undang keamanan nasional dengan membantu dinas intelijen Rusia.

    Menurut laporan BBC, ketiga diidentifikasi sebagai Orlin Roussev (45), Biser Dzhambazov (42), dan Katrin Ivanova (31). Semuanya adalah warga negara Bulgaria, dan telah dibebaskan dengan jaminan.

    Kepala Komando Antiterorisme Kepolisian Metropolitan, Dominic Murphy, mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Melalui penyelidikan kasus keamanan nasional kami baru-baru ini, kami melihat semakin banyak orang yang kami sebut sebagai 'proksi' direkrut oleh badan intelijen asing."

    "Memang, dua pemuda Inggris sedang menunggu hukuman setelah mereka direkrut oleh Wagner Group—yang pada dasarnya adalah negara Rusia—untuk melakukan pembakaran di gudang yang terkait dengan Ukraina," kata Murphy, yang dikutip Newsweek, Kamis (18/9/2025).

    Mereka menghadapi hukuman penjara yang berpotensi panjang, meskipun penangkapan hari Rabu sama sekali tidak terkait dengan penyelidikan tersebut.

    "Namun, siapa pun yang mungkin dihubungi dan tergoda untuk melakukan aktivitas kriminal atas nama negara asing di Inggris Raya sebaiknya berpikir ulang," paparnya.

    "Aktivitas semacam ini akan diselidiki dan siapa pun yang terbukti terlibat dapat dituntut dan ada potensi konsekuensi yang sangat serius bagi mereka yang terbukti bersalah."

    Pemerintah Rusia belum berkomentar atas penangkapan tiga terduga mata-mata Moskow oleh polisi London.
    (mas)
    Komentar
    Additional JS