0
News
    Home Dunia Internasional Featured Gaza Konflik Timur Tengah Spesial

    13 Gedung di Gaza Ambruk akibat Terjangan Badai Byron, Timpa Puluhan Orang - inews

    2 min read

     

    13 Gedung di Gaza Ambruk akibat Terjangan Badai Byron, Timpa Puluhan Orang

    Anton Suhartono

    Badai byron menyebabkan 13 gedung di Gaza ambruk menimpa warga (Foto: AP)

    GAZA, iNews.id - Badai Byron yang menghantam Jalur Gaza sejak Kamis (11/12/2024) menimbulkan kehancuran baru di wilayah yang sebelumnya sudah porak-poranda akibat perang. Selain hujan deras dan angin kencang, badai tersebut menyebabkan 13 gedung ambruk, menewaskan 11 orang serta melukai beberapa lainnya. Selain itu banyak korban yang masih tertimbun.

    Badai datang tiba-tiba pada Kamis malam, tanpa memberi kesempatan warga, sebagian besar pengungsi, untuk menyelamatkan diri ataupun mengamankan tenda mereka.

    Bangunan Rapuh Ambruk, Menimpa Para Pengungsi

    Salah satu insiden paling mematikan terjadi ketika sebuah bangunan lima lantai di Kota Gaza yang sudah rapuh akibat serangan Israel, ambruk diterjang badai. Bangunan yang dijadikan tempat berlindung satu keluarga berisi delapan orang itu runtuh dan juga menimpa pengungsi yang berada tepat di sebelahnya.

    Pertahanan Sipil Gaza mengumumkan bahwa total 11 jenazah ditemukan dari reruntuhan bangunan di berbagai titik. Selain itu, enam orang terluka akibat tertimpa runtuhan dinding.

    Tim penyelamat mengatakan mereka menangani 13 bangunan yang ambruk, sebagian besar berada di Gaza Utara, dan beberapa di antaranya dihuni oleh pengungsi yang tidak punya tempat lain untuk dituju.

    Hingga kini, 52 warga telah dievakuasi dari bangunan-bangunan rusak dan dipindahkan ke lokasi yang dianggap lebih aman.

    Bangunan Lain Terancam Runtuh

    Petugas Pertahanan Sipil memperingatkan bahwa sejumlah bangunan di sekitar lokasi kejadian juga berada dalam kondisi kritis dan berpotensi ambruk kapan saja akibat kerusakan struktural yang diperparah badai.

    Bagi banyak warga Gaza, badai ini menambah lapis penderitaan baru. Tenda-tenda tidak mampu menahan derasnya hujan, sementara bangunan yang luluh lantak akibat perang berubah menjadi ancaman mematikan ketika cuaca ekstrem menerjang.

    Editor : Anton Suhartono
    Komentar
    Additional JS