0
News
    Home Bareskrim Bencana Featured Lintas Peristiwa Spesial Sumatera Tapanuli Selatan

    Bareskrim Ambil 27 Sampel Kayu Gelondongan di Tapsel: Ada Hasil Gergaji dan Dicabut Alat Berat - Tribunnews.

    5 min read

     

    Bareskrim Ambil 27 Sampel Kayu Gelondongan di Tapsel: Ada Hasil Gergaji dan Dicabut Alat Berat - Tribunnews.com

    Editor: Theresia Felisiani

    Tribun Jakarta/Dwi Putra Kesuma
    KERUSAKAN AKIBAT BENCANA - Foto pantauan udara di Kecamatan Tuka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang mengalami kerusakan cukup parah pasca dilanda banjir dan longsor. Tumpukan potongan kayu berukuran yang terbawa banjir dari perbukitan sekitar pun masih ada di lokasi ini, Kamis (4/12/2025). Bareskrim Polri mengambil 27 sampel kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang di Garoga, Batang Toru, Tapanuli Selatan (Tapsel). Tribun Jakarta/Dwi Putra Kesuma 
    Ringkasan Berita:
    • Bareskrim ambil 27 sampel kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang di Garoga, Batang Toru, Tapanuli Selatan (Tapsel).

    TRIBUNNEWS.COM, ACEH - Dittipidter Bareskrim Polri mengungkap telah mengambil 27 sampel kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang di Garoga, Batang Toru, Tapanuli Selatan (Tapsel).

    Pengambilan sampel ini dilakukan dalam rangka penyelidikan soal dugaan adanya pembalakan liar yang mengakibatkan bencana di Sumatra.

    "Posko sudah didirikan 3 km dari TKP DAS (Daerah Aliran Sungai) Garoga. Di sekitar TKP ini, 27 sampel kayu telah diambil, police line terpasang," kata Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni dalam keterangannya, Selasa (9/12/2025).

    Adapun sejumlah sampel kayu yang diambil ini yakni mayoritas berjenis karet, ketapang, durian, dan lainnya.

    "Barang bukti kayu telah disisihkan, dispesifikasikan, dan dikategorikan oleh ahli," tuturnya.

    Hasil pemeriksaan, pihak kepolisian pun menemukan sejumlah kayu yang ditebang oleh manusia secara sengaja.

    "Identifikasi kayu menunjukkan beberapa kategori, kayu hasil gergajian, kayu yang dicabut bersama akar (alat berat), kayu hasil longsor dan kayu hasil pengangkutan loader," jelasnya.

    Sehingga, lanjut Irhamni, rencana tindak lanjut atas temuan tersebut, pihaknya mengagendakan pemeriksaan terhadap perusahaan soal dugaan aktivitas land clearing atau pembukaan lahan pada hari ini.

    "Kegiatan penyelidikan oleh tim akan dilanjutkan dengan pemeriksaan salah satu perusahaan yang berada di hulu sungai Garoga yang terindikasi adanya kegiatan landclearing oleh perusahan PT TBS tersebut," jelasnya.

    Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan telah membentuk satuan tugas gabungan untuk menyelidiki dugaan pelanggaran atas temuan gelondongan kayu saat banjir di tiga Provinsi Sumatra.

    Hal itu disampaikan usai bertemu Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2025) malam.

    "Tentunya kami menyambut baik dan akan melakukan kerja sama dengan Menteri Kehutanan dan tim untuk membentuk satgas gabungan untuk melakukan penyelidikan terkait dengan temuan-temuan kayu yang diduga juga ini berdampak terhadap kerusakan dan terjadinya beberapa jembatan, beberapa rumah, dan juga korban jiwa yang muncul karena adanya temuan-temuan kayu yang diduga ada kaitannya dengan pelanggaran," ucap Jenderal Sigit.

    Kapolri menyebut akan terlebih dahulu melakukan pendalaman terlebih dahulu bersama-sama dengan tim.

    Langkah-langkah awal yang sudah dilakukan ialah menurunkan personel bersama dengan Kementerian Kehutanan.

    "Bila perlu dengan satgas lain yang bisa bergabung termasuk PKH sehingga kerja tim bisa lebih cepat dan segera bisa kita infokan," tuturnya 

    Jenderal Sigit menyebut dalam waktu singkat tim bakal bergerak dari hulu sampai dengan hilir guna mengungkap asal-usul gelondongan kayu tersebut

    "Khususnya di lokasi-lokasi yang memang kita dapati ada potensi-potensi yang harus kita tindaklanjuti karena memang ada dugaan-dugaan pelanggaran," urainya.

    Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan sesegera mungkin akan mengungkap asal muasal gelondongan kayu tersebut.

    Dia mengaskan bahwa Kementerian Kehutanan dan Polri sudah menyepakati MoU untuk kolaborasi menjaga hutan Indonesia.

    "Kami berharap sekali lagi nanti kerjasama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia kita bisa sesegera mungkin mengungkap dari mana asal muasal kayu tersebut dan tentu apabila ada unsur pidananya, akan kita tegakkan bersama-sama," ucapnya.

    Menurutnya, concern publik yang saat ini muncul beberapa hari pasca banjir, yaitu keingintahuan publik tentang asal-usul di mana material kayu yang terbawa banjir itu berasal.

    Menhut menjelaskan data-data awal melalui penerbangan drone ke daerah-daerah terdampak sudah dilakukan.

    Guna mengetahui anatomi kayu, Kementerian Kehutanan menggunakan teknologi bernama AIKO. 

    "Yang mudah-mudahan ini bisa menjadi indikasi awal di mana asal muasal kayu itu berada," tukasnya.

    Komentar
    Additional JS