Cerita Korban Penipuan WO Ayu Puspita, Sudah Keluar Uang Rp 147 Juta, Acara Nikah Terancam Gagal - Tribunjakarta
Cerita Korban Penipuan WO Ayu Puspita, Sudah Keluar Uang Rp 147 Juta, Acara Nikah Terancam Gagal - Tribunjakarta.com
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Seorang calon pengantin bernama Satrio Yuda menjadi salah satu dari ratusan korban dugaan penipuan wedding organizer (WO) milik Ayu Puspita.
Ia mendatangi Polres Metro Jakarta Utara pada Senin (8/12/2025) untuk membuat laporan, setelah mengetahui bahwa acara pernikahannya terancam gagal.
Satrio dan pasangannya yang merupakan customer WO Ayu Puspita sedianya menikah pada 24 Januari 2026 di salah satu gedung di Depok, Jawa Barat.
Ia mengaku pertama kali mengetahui adanya masalah dari pihak gedung yang mengabarkan kasus viral WO Ayu Puspita pada akhir pekan kemarin.
"Pihak gedung ini punya grup sesama venue. Mereka ngasih tahu bahwa WO Ayu Puspita ada masalah, makanan nggak datang pas acara salah satu pasangan," kata Satrio saat ditemui di Polres Metro Jakarta Utara, Senin (8/12/2025).
Mendengar kabar itu, ia dan beberapa calon pengantin lain langsung panik.
Apalagi Satrio sudah membayar sekitar Rp 147 juta dari total paket Rp 170 juta yang ditawarkan pihak WO.
"Total pembayaran saya itu sekitar Rp 170 jutaan, yang sudah masuk Rp 147 juta. Itu semuanya, termasuk catering sama bonus-bonus yang dijanjikan," ujarnya.
Menurutnya, paket yang ditawarkan pihak WO terlihat sangat menggiurkan.
Mereka menjanjikan 14 gubukan gratis jika pembayaran dilakukan lebih cepat.
Selain itu, WO aktif mengikuti pameran pernikahan besar seperti Wedding Fest di JCC, sehingga membuat banyak calon pengantin merasa yakin.
"Jadi kita itu diiming-imingi banyak bonus. Harga Rp 170 juta dengan 14 gubukan ya murah. Dan mereka juga sering ikut wedding fest yang cukup besar," ungkapnya.
Namun situasi berubah drastis setelah video viral ratusan warga mendatangi kantor WO tersebut pada Sabtu (7/12/2025).
Dari informasi yang tersebar di grup WhatsApp, disebutkan ada lebih dari 200 pasangan calon pengantin yang menjadi korban, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 16 miliar.
Satrio juga menceritakan nasib korban lain yang pernikahannya digelar pada 6 Desember 2025.
Saat itu, pihak catering tidak datang, dekorasi setengah jadi, tamu sudah terlanjur hadir, hingga keluarga mempelai jatuh pingsan karena panik.
"Kebanyakan catering-nya nggak datang. Ada yang desainnya cuma setengah jadi. Tamu udah datang semua. Akhirnya ada yang pesan nasi padang sama makanan sekitar gedung," ucapnya.
Saat ini, Satrio bersama para korban lain sudah membentuk grup komunikasi dan tengah melapor resmi ke Polres Metro Jakarta Utara.
Mereka berharap ada penyelesaian yang jelas dari pihak berwajib.
"Harapan saya sih semoga uang kami bisa kembali. Kalau nggak bisa kembali, minimal gimana caranya acara kami tetap bisa berjalan sebagaimana mestinya," kata Satrio.
Polisi Tangkap Ayu Puspita dan Staf
Diberitakan sebelumnya, Polres Metro Jakarta Utara telah menangkap Ayu Puspita dan empat pegawai WO di bawah perusahaan PT Ayu Puspita Sejahtera (APS) itu.
"Ada lima orang yang sedang kami periksa, termasuk pemilik, manajer, dan karyawan," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz.
Menurutnya, modus yang dilakukan adalah WO menerima pembayaran penuh untuk penyelenggaraan acara pernikahan, termasuk catering.
Namun, saat hari pelaksanaan layanan tersebut tidak diberikan.
"WO ini sudah menerima uang untuk melaksanakan resepsi, kemudian pada hari H tidak terlaksana sesuai kesepakatan. Salah satu contoh, makanan yang harusnya dihadirkan saat pesta tidak datang," kata Erick.
Akibatnya, para korban yang merasa dirugikan kemudian membuat laporan polisi.
Erick menyebut sebagian korban mengaku telah membayar hingga puluhan juta rupiah.
Erick mengatakan jumlah korban diperkirakan masih bertambah.
Terkait kerugian, polisi belum dapat memastikan total nominalnya."Kerugian masih dihitung, karena banyak korban-korban baru," kata Erick.