0
News
    Home Featured Spesial UMM Universitas Muhammadiyah Malang

    Dedikasi Tangani Stunting, UMM Sabet Penghargaan Gold Diajang Genting Collaboration Summit Nasional 2025 - Malang Raya

    3 min read

     

    Dedikasi Tangani Stunting, UMM Sabet Penghargaan Gold Diajang Genting Collaboration Summit Nasional 2025 - Malang Raya

    MALANGRAYA.CO- Dari penanganan stunting hingga penguatan sektor pertanian di daerah terpencil, kontribusi nyata Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mendapat pengakuan nasional.

    Kampus Putih -julukan UMM- meraih penghargaan Gold Kategori Perguruan Tinggi dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) pada ajang "Genting Collaboration Summit 2025" bertema "Sinergi untuk Negeri, Wujudkan Indonesia Bebas Stunting" yang digelar Kamis (10/12/2025).

    Penghargaan ini menegaskan posisi UMM sebagai Kampus Berdampak yang konsisten menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui riset terapan dan program pengabdian.

    Kolaborasi kampus dengan pemerintah dan masyarakat menjadi bukti bahwa hasil riset akademik dapat diterjemahkan menjadi aksi konkret yang dirasakan langsung oleh publik.

    Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen UMM dalam menjalankan pengabdian masyarakat secara berkelanjutan. Salah satu contohnya adalah program pendampingan intensif di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang melibatkan puluhan dosen lintas bidang.

    "Belum lama ini kami mengirim lebih dari 50 dosen UMM ke NTT. Di sana ada banyak persoalan masyarakat, mulai dari stunting dan kemiskinan ekstrem hingga tantangan di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan," jelasnya.

    Selama berada di NTT, para dosen UMM menjalankan berbagai program berbasis riset, seperti pelatihan pengolahan Nutricorn dengan memanfaatkan bahan baku lokal, pendampingan pengembangan hortikultura, padi, dan jagung, penguatan pakan ternak dan kesehatan hewan, hingga penataan praktik budidaya perikanan.

    Seluruh kegiatan ini, tambahnya, merupakan implementasi dari hasil riset yang telah dikembangkan akademisi UMM.

    "Program-program itu adalah turunan dari riset dosen UMM. Kami memiliki Program Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat yang dirancang agar memberikan dampak langsung bagi warga," tambah Salis.

    Program Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat (P3M) sendiri merupakan inisiatif strategis UMM untuk mempercepat pembangunan daerah melalui pendampingan oleh profesor dan tenaga ahli.

    Program ini mengintegrasikan riset, inovasi, dan pengabdian dengan fokus pada sektor prioritas seperti pertanian, peternakan, dan perikanan untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mengatasi persoalan mendesak seperti kemiskinan dan stunting.

    Salis berharap penghargaan dari Kemendukbangga ini dapat menjadi pemantik semangat bagi sivitas akademika UMM agar terus berinovasi dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

    Ia menegaskan pentingnya kehadiran perguruan tinggi sebagai bagian dari solusi atas persoalan bangsa.

    "Kami berterima kasih kepada Kemendukbangga atas penghargaan ini. UMM berkomitmen penuh untuk terus mengabdi dan membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat," tutupnya.***

    Komentar
    Additional JS