Jurnalis Dibekali Gerakan Taktis untuk Liputan Aman di Daerah Rawan - Beritasatu
Jurnalis Dibekali Gerakan Taktis untuk Liputan Aman di Daerah Rawan
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memberikan pembekalan kepada jurnalis terkait gerakan perorangan taktis untuk mendukung keselamatan saat bertugas di daerah rawan. Pelatihan ini digelar di Pusat Latihan Tempur (Menlatpur) Kostrad Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat. (Beritasatu.com/Juan Ardya Guardiola)
Karawang, Beritasatu.com - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memberikan pembekalan kepada jurnalis terkait gerakan perorangan taktis untuk mendukung keselamatan saat bertugas di daerah rawan. Pelatihan ini digelar di Pusat Latihan Tempur (Menlatpur) Kostrad Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat.
Pasiops Menlatpur Kostrad Kapten Infanteri Syaepurrahman menjelaskan, gerakan perorangan merupakan bagian dari prosedur keselamatan dasar yang perlu dikuasai awak media, terutama ketika melakukan peliputan bersama pasukan TNI di wilayah berisiko tinggi.
Kemenhan Bekali Jurnalis Prosedur Kedaruratan di Daerah Rawan
“Gerakan perorangan ini merupakan prosedur keselamatan diri sekaligus tugas pokok awak media agar pergerakan jurnalis lebih aman dan terjamin,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (16/12/2025).
Syaepurrahman menyebutkan, ada delapan materi dasar dalam gerakan perorangan taktis yang diberikan kepada jurnalis. Materi tersebut meliputi teknik berjalan, berlari, tiarap, berguling, merayap, merangkak, melompat, hingga terjun.
Selain itu, jurnalis juga dibekali pedoman dasar pergerakan yang dikenal dengan konsep 5M. Kelima prinsip tersebut mencakup menghilang, mencari perlindungan, menilai dan menganalisis situasi, memilih kejadian yang akan dipublikasikan, serta mendokumentasikan peristiwa melalui foto maupun video.
Kemenhan: Bandara Morowali Ancam Keamanan Nasional
“Pedoman ini penting untuk mengatasi berbagai rintangan di lapangan, termasuk saat menghadapi gangguan atau kontak tembak dengan pihak musuh,” imbuhnya.
Pembekalan gerakan perorangan taktis ini merupakan bagian dari rangkaian pelatihan prosedur kedaruratan di daerah rawan yang diselenggarakan Kemenhan. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tujuh hari di Menlatpur Kostrad Sanggabuana.
Melalui pelatihan ini, Kemenhan berharap jurnalis semakin memahami prosedur keselamatan dan kedaruratan di daerah rawan sehingga mampu mendukung peliputan yang aman, profesional, dan bertanggung jawab.