0
News
    Home Agam Banjir Berita Featured Lintas Peristiwa Padang Padang Pariaman Spesial

    Banjir Susulan Terjang Agam, Padang, dan Padang Pariaman; Jembatan Roboh, Rumah Warga Kembali Terendam - NU Online

    4 min read

     

    Banjir Susulan Terjang Agam, Padang, dan Padang Pariaman; Jembatan Roboh, Rumah Warga Kembali Terendam

    NU Online  ·  Sabtu, 3 Januari 2026 | 23:00 WIB

    Banjir kembali menerjang wilayah Agam, Jumat (2/1/2026). (Foto: istimewa)

    Rikhul Jannah

    Jakarta, NU Online

    Hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur Sumatra Barat (Sumbar) kembali memicu banjir susulan di Kabupaten Agam, Kota Padang, dan Kabupaten Padang Pariaman. Bencana yang terjadi berulang ini menyebabkan jembatan roboh, akses jalan terputus, serta rumah warga kembali terendam lumpur dan air banjir.


    Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatra Barat, Basrial Aidil mengatakan curah hujan dalam beberapa hari terakhir memperparah situasi daerah yang terdampak banjir bandang pada akhir November 2025.

    Baca Juga

    Pergunu Aceh Salurkan Bantuan ke Wilayah Terisolasi Banjir Bandang Aceh Utara


    "Curah hujan akhir-akhir ini masih cukup tinggi dan ini menyebabkan banjir susulan di beberapa titik. Di Agam, salah satu jembatan yang menjadi akses warga kembali roboh, sehingga mobilitas warga terganggu,” ujar Basrial kepada NU Online, Sabtu (3/1/2026).


    Ia mengatakan bahwa kondisi serupa juga terjadi di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman. Aliran air yang kembali meluap masuk ke permukiman warga dengan arus deras, mengakibatkan sejumlah rumah terdampak bahkan hanyut.

    Baca Juga

    Di Tengah Bencana, Tradisi Literasi Nahdliyin Aceh Tetap Menyala lewat Buku Aceh 2026: Menyemai Damai Menuai Sejahtera


    "Di Padang dan Padang Pariaman, masih ditemukan rumah warga yang terendam. Bahkan di Padang tepatnya Kelurahan Batu Busuk ada rumah warga yang kembali hanyut. Banyak rumah warga yang sebelumnya sudah dibersihkan, kini kembali dipenuhi lumpur akibat banjir susulan,” katanya.


    Basrial menilai banjir susulan ini tidak lepas dari kerusakan lingkungan di sekitar kawasan terdampak. Ia menyebut, rusaknya pohon-pohon yang berfungsi sebagai daerah resapan air membuat aliran air dari perbukitan langsung mengarah ke permukiman warga saat hujan deras terjadi.

    Baca Juga

    NU Kota Langsa Dampingi Anak Yatim Aceh Timur dengan Program Gizi dan Festival Kreatif NU


    “Kalau hujan, air dari perbukitan di daerah tersebut langsung turun ke warga karena pohon-pohonnya sudah ditebangi,” ucapnya.


    Dampak banjir susulan juga dirasakan langsung oleh warga Kota Padang. Sekretaris LPBI Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Padang, Pearly Nurhasnah mengungkapkan bahwa dirinya bersama keluarga sempat terjebak di dalam rumah selama tiga hari akibat banjir susulan.


    “Air cukup tinggi sampai seleher orang dewasa, saya dan keluarga terisolasi di rumah, hujan deras terjadi sejak 30 Desember 2025, hari ini baru mulai surut airnya dan ada lumpurnya walau tidak setebal banjir kemarin,” ujarnya.

    Baca Juga

    Sembuhkan Trauma Anak Korban Bencana Sumatra, Tim Siaga PMII Nobar Film Jumbo di Aceh Utara


    Pearly menambahkan, hingga kini aliran sejumlah sungai masih terlihat deras. Kondisi tersebut membuat warga terdampak diliputi kecemasan setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi. “Mereka cemas dan trauma jika hujan deras terjadi,” katanya.

    Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal Januari 2026.


    “Kalau kata BMKG, sampai tanggal 5 Januari perkiraan gelombang pasang tinggi, curah hujan dan angin kencang masih berjalan,” jelasnya.

    =========

    Bagi masyarakat yang ingin berdonasi, bantuan dapat disalurkan melalui NU Online Super App dengan mengklik banner “Darurat Bencana” di halaman beranda atau melalui laman filantropi NU di filantropi.nu.or.id/solidaritasnu.

    Komentar
    Additional JS