0
News
    Home Berita Es Gabus Featured Kasus Spesial

    Beda Gaya Serda Heri Purnomo, Awalnya Garang Intimidasi Penjual Es Gabus, Kini Cium Tangan Sudrajat - Tribunnews

    15 min read

     

    Beda Gaya Serda Heri Purnomo, Awalnya Garang Intimidasi Penjual Es Gabus, Kini Cium Tangan Sudrajat

    Berikut beda sikap Serda Heri Purnomo, oknum prajurit TNI yang awalnya garang intimidasi penjual es gabus. Kini cium tangan.

    Ringkasan Berita:
    • Oknum TNI Serda Heri Purnomo bersama oknum polisi Aiptu Ikhwan Mulyadi mengintimidasi penjual es gabus Sudrajat dengan menuduh dagangannya berbahan spons dan memaksanya memakan es tersebut.
    • Video intimidasi itu viral dan menuai kecaman warganet, lalu kedua aparat menemui Sudrajat, meminta maaf, dan berdamai dalam pertemuan di Bojonggede.
    • Kodim 0501/Jakarta Pusat menjatuhkan sanksi disiplin kepada Serda Heri Purnomo serta melakukan evaluasi internal melalui kegiatan jam komandan.

     

    TRIBUNNEWS.COM - Oknum prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) bernama Serda Heri Purnomo, tengah menjadi sorotan publik.

    Sikap Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Utan Panjang, Jakarta Pusat itu, dikecam karena mengintimidasi seorang penjual es gabus bernama Sudrajat (49).

    Tidak sendiri, Serda Heri Purnomo beraksi bersama oknum anggota polisi bernama Aiptu Ikhwan Mulyadi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat.

    Kedua oknum aparat tersebut mendatangi Sudrajat dengan menuduh es gabusnya terbuat dari bahan spons.

    Pada video yang viral, Aiptu Ikhwan menyebut, es gabus ini terbuat dari bahan berbahaya.

    "Harap hati-hati karena ini sudah direkayasa bukan bahan kue lagi atau puding, melainkan berbahan spons," katanya.

    Rekaman dilanjutkan dengan aksi Serda Heri Purnomo.

    Ia dengan garang memaksa Sudrajat memakan es gabus.

    "Makan nih. Habisin, habisin. Telen. Yang modar (meninggal) biar kamu. Jangan anak-anak kecil kasihan itu," ucapnya dengan tegas.

    Hingga Kamis (29/1/2026), video intimidasi kepada Sudrajat sudah ditonton lebih dari ratusan ribu kali.

    Warganet ikut meramaikan dengan berbagai komentarnya.

    Termasuk menyayangkan aksi yang dilakukan oleh kedua aparat tersebut.

    Baca juga: Kasus Es Gabus, IPW Kecam Oknum TNI dan Polri: Bukan Diamankan, Malah Dianiaya

    Cium Tangan usai Viral

    VIRAL DI MEDIA SOSIAL - Seorang pedagang es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, diintimidasi dua pria berseragam TNI dan polisi karena dituduh menjual es berbahan spons cuci piring. Kejadian ini bermula dari laporan seorang warga Kemayoran bernama Arief Fadillah, Sabtu (24/1/2026). Arief menuduh pedagang bernama Suderajat itu menjual es gabus berbahan spons cuci piring.
    VIRAL DI MEDIA SOSIAL - Seorang pedagang es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, diintimidasi dua pria berseragam TNI dan polisi karena dituduh menjual es berbahan spons cuci piring. Kejadian ini bermula dari laporan seorang warga Kemayoran bernama Arief Fadillah, Sabtu (24/1/2026). Arief menuduh pedagang bernama Suderajat itu menjual es gabus berbahan spons cuci piring. (HO/IST/X/@iPopBase)

    Usai viral, Aiptu Ikhwan dan Serda Heri Purnomo menemui penjual es gabus, Sudrajat.

    Kedua belah pihak bertemu di mushala, Bojonggede, Bogor, Selasa (27/1/2026) malam.

    Dikutip dari YouTube KompasTV, Serda Heri Purnomo meminta maaf secara langsung ke Sudrajat.

    "Saya minta maaf dari hati yang paling dalam ke Pak Sudrajat," katanya.

    Serda Heri Purnomo mengaku, dirinya khilaf karena menuduh es gabus terbuat dari spons.

    Sudrajat menerima permintaan maaf.

    "Iya," katanya sambil menganggukan kepala.

    Serda Heri Purnomo kemudian mencium tangan dan memeluk Sudrajat.

    Hadir dalam pertemuan itu Dandim 0501/JP, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra, Danramil 04 Bojonggede Mayor Arm Ruwijo, Danramil Kemayoran Mayor CPN M. Firdaus, Kapolsek Johar Baru Kompol Saiful, Kapolsek Bojonggede AKP Abdullah Syafei, dan Kades Rawa Panjang Mohammad Agus.

    Baca juga: Menteri Yusril Soroti Kasus Suderajat Pedagang Es Gabus: Polisi Bisa Saja Salah saat Bertugas

    Kena Sanksi Disiplin

    VIDEO VIRAL - Pedagang es gabus bernama Suderajat (49) yang dituduh aparat menggunakan spons, ditemui di rumahnya daerah Rawa Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1/2026).
    VIDEO VIRAL - Pedagang es gabus bernama Suderajat (49) yang dituduh aparat menggunakan spons, ditemui di rumahnya daerah Rawa Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1/2026). (KOMPAS.com/DINDA AULIA RAMADHANTY)

    Komandan Distrik Militer (Dandim) Kodim 0501/Jakarta Pusat, Letkol Inf Harry Ismail sudah turun tangan.

    Ia memberikan sanksi disiplin kepada Serda Heri Purnomo.

    Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Penerangan (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono.

    "Memberikan hukuman disiplin kepada Serda Heri, Babinsa Kelurahan Utan Panjang sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku," katanya, dikutip dari Kompas.com.

    Selain itu, Dandim akan melakukan evaluasi internal dan memberikan jam komandan kepada seluruh anggota Kodim 0501/Jakarta Pusat.

    Dikutip dari pasmar1.tnial.mil.id, Jam Komandan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan sebagai sarana untuk berkomunikasi langsung antara pimpinan (komandan) dan prajuritnya, yang bertujuan untuk menyampaikan arahan, informasi, kebijakan, dan penekanan penting.

    Selain itu, Jam Komandan ini juga berfungsi untuk menjaga kedisiplinan dan mencegah pelanggaran prajurit. 

    Banjir Bantuan

    Nasib baik diterima Suderajat (49), usai dituduh menjual es gabus berbahan spons.

    Suderajat sebelumnya viral setelah didatangi dua aparat untuk diinterogasi terkait barang dagangannya.

    Para oknum menuding Suderajat menjual es gabus dengan bahan berbahaya.

    Tuduhan itu pada akhirnya tidak terbukti benar.

    Uji laboratorium memastikan es gabus yang dijual Suderajat aman dikonsumsi.

    Kejadian yang menimpa Suderajat memantik rasa simpati publik.

    Sejumlah pihak ramai-ramai mendatangi rumahnya di Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Mereka memberikan sejumlah bantuan mulai perbaikan rumah, motor hingga uang segepok.

    Baca juga: Fakta Pabrik Es Gabus di Depok Dituduh Pakai Bahan Spons, Suderajat Telah 30 Tahun Jualan Keliling

    Bantuan dari Pihak Pemerintah Kabupaten Bogor

    Sekretaris Kecamatan Bojonggede, Elfi Nila Hartani mengatakan, pihaknya sudah memberikan sejumlah bantuan kepada Suderajat.

    Bantuan disalurkan atas arahan dari Bupati Bogor Rudy Susmanto beserta jajarannya.

    Elfi menjelaskan, bantuan pertama Suderajat beserta keluarganya akan diikutsertakan dalam BPJS Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI).

    "Kami akan masukkan ke BPJS PBI," katanya dikutip dari Instagram @kecamatanbojonggede, Rabu (28/1/2026).

    Elfi melanjutkan, bantuan kedua berupa biaya pendidikan.

    Diketahui 3 orang anak Suderajat saat ini putus sekolah.

    Elfi menegaskan, tidak boleh ada anak yang tidak bersekolah di wilayah Bojonggede.

    Bantuan ketiga, pemerintah setempat akan merenovasi rumah milik Suderajat lewat program Program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) menggunakan anggaran tahun 2025.

    Selain itu, Elfi dan rombongan memberikan bantuan sembako. 

    Dapat Motor

    Pejabat Polri turut memberikan perhatian kepada Suderajat.

    Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras yang memberikan hadiah berupa sepeda motor.

    Prosesi penyerahan diterima langsung oleh Suderajat di kediamannya di Desa Rawa Panjang,

    Baca juga: Soal Anggota Intimidasi Penjual Es Gabus, Kapolres Jakpus Jamin Evaluasi Jajaran

    "Mudah-mudahan bermanfaat. Tambah modal (usaha)," kata Kombes Pol Abdul Waras kepada Suderajat, dikutip dari Instagram @polresmetrodepok.

    Suderajat dalam kesempatan tersebut terlihat terharu dapat motor baru.

    Kombes Pol Abdul Waras juga turut memberikan nasehat kepada anak Suderajat.

    "Jangan lupa belajar, biar sukses. Dan harus sayang sama orang tua, harus nurut," katanya sambil mencium kepala bocah laki-laki itu.

    VIRAL ES GABUS - (Kiri) Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras, S.I.K memberikan bingkisan kendaraan sepeda motor Sudrajat, penjual es gabus yang viral dan (Kanan) Foto Kombes Pol Abdul Waras.
    VIRAL ES GABUS - (Kiri) Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras, S.I.K memberikan bingkisan kendaraan sepeda motor Suderajat, penjual es gabus yang viral dan (Kanan) Foto Kombes Pol Abdul Waras. (Tribunnews.com/Kolase: Instagram.com/polresmetrodepok)

    Dapat Uang Segepok

    Bidan sekaligus influencer asal Bogor Seruni turut tersentuh hatinya melihat kondisi Suderajat.

    Bahkan, ia sempat menangis mengetahui Suderajat sempat diinterogasi hingga dipaksa memakan es gabusnya oleh aparat.

    Karena rasa iba, Bidan Seruni kemudian mendatangi rumah  Suderajat.

    "Bapak sehat? Bagaimana keadaannya hari ini?," tanya Seruni di awal pertemuan.

    Suderajat mengaku kondisinya tidak baik-baik saja.

    "Ini masih sakit (memegang bahunya) sama kepala pusing," jawabnya.

    Seruni mengaku bersyukur bisa bertemu Suderajat, mengingat tidak mudah mencari alamat rumahnya.

    Sementara itu, Suderajat bercerita ia harus pergi setiap hari ke Jakarta untuk menjual es gabus.

    Baca juga: ICJR Singgung KUHP Baru soal Kasus Oknum TNI-Polisi dan Pedagang Es Gabus di Jakarta

    Kegiatan tersebut, sudah dijalani selama 30 tahun terakhir.

    Adapun es gabus bukan dibuat sendiri, melainkan ia mengambil dari juragan.

    Setelah berbincang-bincang, Bidan Seruni mengeluarkan uang segepok dengan pecahan Rp50 ribu.

    "Ini aku ada sedikit rezeki buat bapak. Semoga bisa bermanfaat buat bapak dan sekeluarga. Mohon diterima ya bapak," katanya.

    Tangis haru dari keluarga Suderajat turut mewarnai pertemuan dengan Bidan Seruni.

    "Terima kasih udah nolongin," kata istri Suderajat.

    Bidan Seruni kemudian pamit pulang setelah menyerahkan uang dan sembako.

    (Tribunnews.com/Endra)(Kompas.com)


    Komentar
    Additional JS