BNPB: Jumlah pengungsi Sumatera menurun di tengah percepatan pemulihan - Elshinta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan jumlah pengungsi yang terdampak bencana Sumatera mengalami penurunan sebanyak 19.277 jiwa di tengah percepatan pemulihan pascabencana yang dilakukan tim gabungan.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan jumlah pengungsi yang terdampak bencana Sumatera mengalami penurunan sebanyak 19.277 jiwa di tengah percepatan pemulihan pascabencana yang dilakukan tim gabungan.
"Jumlah penduduk terdampak yang masih berada di lokasi pengungsian mengalami penurunan, dari sebelumnya 154.973 jiwa menjadi 135.696 jiwa," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dikutip di Jakarta, Senin.
Lebih lanjut, Abdul Muhari menyampaikan penurunan jumlah pengungsi tercatat terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang, yakni sebanyak 19.988 jiwa. Namun terdapat penambahan pengungsi di Kabupaten Nagan Raya sebanyak 711 jiwa.
Adapun langkah percepatan pemulihan pascabencana yang telah dilakukan oleh tim gabungan meliputi percepatan pembangunan hunian sementara (huntara), pembukaan dan pembersihan akses jalan dan jembatan, serta pemulihan kawasan permukiman. Percepatan itu terus dilakukan agar wilayah yang terdampak bencana menjadi semakin kondusif untuk dihuni kembali oleh masyarakat setempat.
Abdul Muhari lalu menyampaikan seluruh kegiatan percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi basah di Sumatera yang meliputi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara itu dilaksanakan oleh tim gabungan yang terdiri atas pemerintah daerah, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait.
Ia juga menyampaikan bahwa upaya terpadu lintas sektor terus dilakukan guna memastikan percepatan transisi fase tanggap darurat menuju pemulihan awal.
"Upaya terpadu lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat terdampak sekaligus mempercepat transisi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan awal," kata dia.
Selain jumlah pengungsi, Abdul Muhari juga melaporkan perkembangan terkini terkait dengan jumlah korban. BNPB mencatat tidak terdapat penambahan jumlah korban jiwa maupun korban hilang akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi tersebut.
"Total korban meninggal dunia tercatat sebanyak 1.199 orang, sementara korban hilang sebanyak 144 orang," ujar dia.
