BREAKING NEWS Ketel Uap Pabrik Tahu Meledak di Malang, Satu Orang Meninggal - Tribunnews
BREAKING NEWS Ketel Uap Pabrik Tahu Meledak di Malang, Satu Orang Meninggal
Ringkasan Berita:
- Ketel uap pabrik tahu di Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur, meledak, Sabtu (31/1/2026).
- Seorang pekerja bernama Purnomo (50) warga Desa Sutojayan, dilaporkan meninggal dunia.
- Ledakan ketel uap tahu terjadi kisaran pukul 06.30 WIB
TRIBUNMATARAMAN.COM, MALANG - Ketel uap pabrik tahu di Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur, meledak, Sabtu (31/1/2026).
Seorang pekerja bernama Purnomo (50) warga Desa Sutojayan, dilaporkan meninggal dunia.
Ledakan ketel uap tahu terjadi kisaran pukul 06.30 WIB.
Sementara berdasarkan pantauan TribunJatim Network, pukul 08.00 WIB, lokasi kejadian sudah dipenuhi oleh warga untuk melihat.
Garis kepolisian pun sudah dipasang melingkar. Di sisi lain, pihak kepolisian sudah berada di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan lokasi serta melakukan olah TKP.
Terlihat, korban saat itu masih tergeletak di dekat TKP yang ditutup dengan pembungkus jenazah warna biru.
Sedangkan, kurang lebih kisaran 20 meter dari jenazah, terdapat potongan tangan korban.
Berdasarkan penuturan warga, tubuh Purnomo sempat terpental dari tungku kayu, kemudian tubuhnya terpental juah bersamaan dengan ketel.
Karena sehari-hari, korban bertugas untuk menjaga ketel uap.
Baca juga: KBM di SDN 1 Besole Tulungagung Ditiadakan, Ruang Kelas Kebanjiran Lumpur Merah dari Pegunungan
Saiful Kofa (50), salah satu rekan kerja Purnomo berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
Ia sedang berada di dalam untuk menggiling kedelai, sedangkan korban berada di luar untuk menjaga perapian.
"Tungku sudah dinyalakan untuk membakar ketel karen uapnya diambil untuk masak tahu. Pas itu saya di dalam. Jangka waktu 5 menit saya denger suara 'bleng' itu saya kaget tiba-tiba di dalam itu sudah banyak asap hitam," kat Saiful.
Usai mendengar suara ledakan, Saiful kemudian keluar dan mencari korban. Saat keluar, ia sudah melihat ketel uap dalam keadaan hancur, sementara ia memanggil korban tak kunjung ada jawaban.
Selanjutnya, Saiful menemukan korban dalam keadaan tergeletak kurang lebih 10 meter dari tungku api. Tak berselang lama, warga pun berdatangan usai mendengar suara ledakan tersebut.
Saiful menjelaskan, jika korban kurang lebih baru tiga bulan bekerja untuk menjaga perapian dari ketel uap. Proses pembakaran kayu untuk memanaskan air dimulai sekira pukul 05.30 WIB.
"Mulai jam 07.00 WIB, kalau Pak Purnomo datanganya setengan 6 terus mulai nyalain api," tukasnya.
Menurutnya, sebelum adanya kejadian kondisi ketel dalam keadaan baik-baik saja. Tidak ada kebocoran uap maupun kendala lainnya.
(Luluul Isnainiyah/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik