0
News
    Home Amerika Serikat Berita Donald Trump Dunia Internasional Featured Spesial Venezuela

    BREAKING NEWS: Trump Rampas 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Hasilnya akan Diserahkan ke AS | Republika

    3 min read

      

    BREAKING NEWS: Trump Rampas 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Hasilnya akan Diserahkan ke AS | Republika Online

    REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak yang dikenai sanksi. Minyak rampasan akan dijual di harga pasar dan hasilnya untuk AS. 

    “Minyak ini akan dijual dengan harga pasar, dan uang itu akan dikendalikan oleh saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk memastikan uang itu digunakan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat!” kata Trump di platform Truth Social pada Selasa (6/10/2025) waktu setempat.

    Baca Juga :

    Sponsored

    “Saya telah meminta Menteri Energi Chris Wright untuk segera melaksanakan rencana ini. Minyak tersebut akan diangkut dengan kapal penyimpanan, dan dibawa langsung ke dermaga bongkar muat di Amerika Serikat.”

    Sementara itu, sedikitnya 16 kapal tanker minyak yang masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat dilaporkan telah meninggalkan pelabuhan-pelabuhan Venezuela dalam beberapa hari terakhir.

    Baca Juga :

    Anadolu pada Selasa, mengutip laporan The New York Times, mengatakan bahwa langkah tersebut diduga sebagai upaya untuk menghindari blokade laut yang diberlakukan AS terhadap ekspor minyak Venezuela.

    Berdasarkan citra satelit, data pelayaran, serta informasi dari sumber industri, empat kapal terlacak berlayar di sebelah timur pantai Venezuela sambil menyamarkan identitas atau memalsukan lokasi mereka. Taktik ini dikenal sebagai spoofing.

    Baca Juga :

    Selain itu, sebanyak 12 tanker lainnya dilaporkan berhenti menyiarkan sinyal pelacakan sama sekali dan tidak lagi terdeteksi dalam citra satelit berikutnya.

    Halaman 2 / 2

    Laporan itu menambahkan bahwa 15 dari 16 kapal yang bergerak pada Sabtu (3/1) lalu telah dikenai sanksi AS karena sebelumnya mengangkut minyak dari Iran dan Rusia.

    Sumber industri menambahkan bahwa keempat kapal yang terlacak tersebut berangkat tanpa izin dari otoritas sementara Venezuela yang mengawasi sektor minyak.

    Seluruh kapal itu telah berlabuh di terminal ekspor selama berminggu-minggu sebelum meninggalkan pelabuhan pada akhir pekan.

    Amerika Serikat memberlakukan blokade total terhadap kapal tanker minyak Venezuela yang terkena sanksi pada 16 Desember, dengan tujuan memutus aliran pendapatan negara tersebut.

    Pejabat AS mengatakan penegakan aturan difokuskan pada kapal-kapal armada bayangan yang terkena sanksi, sementara ekspor terbatas oleh perusahaan AS tetap diperbolehkan.

    Komentar
    Additional JS