0
News
    Home Aceh Banjir Bencana Berita Lintas Peristiwa Sumatera

    Daftar Desa dan Dusun di Aceh yang Hilang Akibat Banjir Akhir November - Beritasatu.com

    3 min read

     

    Daftar Desa dan Dusun di Aceh yang Hilang Akibat Banjir Akhir November

    Rabu, 7 Januari 2026 | 08:13 WIB
    WM
    SM

    Potret perkampungan yang rusak parah dan hilang di Aceh pascabanjir bandang akhir November 2025. (Beritasatu.com/Humas Pemerintah Aceh)

    Banda Aceh, Beritasatu.com - Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh pada akhir November 2025 menyebabkan hilangnya sejumlah gampong (desa) dan dusun. Penduduknya harus direlokasi karena kondisi permukiman itu sudah tidak layak dihuni.

    Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh Murthalamuddin mengatakan berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DMMG) Aceh dan DPMG kabupaten, permukiman tersebut lenyap akibat terseret arus banjir dan longsor, sehingga tidak lagi dapat dihuni.

    “Dari data yang kami dapatkan mencatat, desa dan dusun yang terdampak tersebar di tujuh kabupaten, yakni Aceh Tamiang, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Pidie Jaya, ujar Murtala di Banda Aceh, Selasa (6/1/2026).

    BACA JUGA

    Komisi IV DPR Minta Bentuk Badan Khusus Pemulihan Aceh Sumatera

    Di Kabupaten Aceh Tamiang, Kecamatan Sekerak, beberapa desa seperti Lubuk Sidup, Sekumur, Tanjung Gelumpang, Sulum, dan Baling Karang dilaporkan sudah tidak ada karena terseret arus banjir dan longsor. Seluruh penduduk terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman atau ke rumah kerabat.

    Sementara itu di Kabupaten Aceh Utara, Kecamatan Sawang dan Langkahan, satu dusun di Desa Guci serta wilayah Riseh Teungoh, Riseh Baroh, dan Dudun Rayeuk Pungkie juga dinyatakan hilang. Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Nagan Raya, Kecamatan Kuta Teungoh dan Babah Suak, di mana Desa Beutong Ateuh Banggalang mengalami kerusakan parah hingga sebagian besar permukiman tidak lagi tersisa.

    Di wilayah Aceh Tengah, Kecamatan Ketol dan Bintang, Desa Bintang Pupara dan Kalasegi dilaporkan hanya menyisakan beberapa rumah dengan kondisi rusak berat. Penduduknya saat ini masih mengungsi.

    BACA JUGA

    Mendagri Ungkap 22 Desa Hilang Akibat Bencana di Aceh, Sumut-Sumbar

    Kabupaten Gayo Lues menjadi salah satu wilayah dengan jumlah terdampak cukup banyak. Sejumlah desa dan dusun di Kecamatan Pantan Cuaca, Blangkejeren, Tripe Jaya, dan Putri Betung dilaporkan hilang akibat banjir dan longsor.

    Hal serupa juga terjadi di Aceh Tenggara, khususnya di Kecamatan Ketambe, di mana satu dusun dinyatakan hilang. Sementara di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, satu dusun di Desa Blang Awe juga mengalami kondisi yang sama.

    Murtala mengatakan, akibat bencana ini, pemerintahan desa di wilayah terdampak tidak dapat menjalankan aktivitas pemerintahan secara normal karena seluruh perangkat desa ikut mengungsi bersama masyarakat.

    Murthalamuddin menyampaikan Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten terus melakukan pendataan lanjutan serta menyiapkan langkah penanganan, termasuk relokasi warga dan rencana pembangunan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.

    Komentar
    Additional JS