0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Iran Pasang Status Siaga, Nyatakan Siap Perang Usai Armada AS Mendekat ke Timur Tengah - Tribunnews

    6 min read

     

    Iran Pasang Status Siaga, Nyatakan Siap Perang Usai Armada AS Mendekat ke Timur Tengah

    Iran pasang status siaga dan kirim peringatan keras ke AS lewat mural raksasa di Teheran. Armada AS mendekat, ketegangan Timur Tengah kian memanas


    Ringkasan Berita:
    • Iran tetapkan status siaga tinggi dan menyatakan kesiapan perang setelah  kapal induk USS Abraham Lincoln dan jet tempur F-15E, bergerak mendekati Timur Tengah.
    • Peringatan keras disampaikan secara simbolik melalui mural raksasa di pusat Teheran menggambarkan kehancuran kapal induk AS, pesan langsung bahwa serangan ke Iran akan dibalas dengan konsekuensi berat.
    • Pengamat menilai aksi Iran mencerminkan eskalasi simbolik dan militer yang serius di kawasan rawan geopolitik global.

    TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran secara terbuka menyatakan status siaga tinggi di tengah pergerakan besar armada militer Amerika Serikat (AS) menuju kawasan tersebut.

    Memicu kekhawatiran dunia internasional akan pecahnya konflik berskala besar di kawasan yang selama ini menjadi titik rawan geopolitik global.

    Adapun sinyal kesiapan perang itu ditunjukkan secara terbuka melalui pemasangan mural raksasa di Lapangan Enghelab, Teheran, pusat Kota Teheran, pada Minggu (26/1/2026).

    Mural tersebut menampilkan ilustrasi dramatis sebuah kapal induk Amerika Serikat yang hancur, dengan pesawat tempur terbakar di dek penerbangan serta tubuh-tubuh korban bergelimpangan.

    Tak hanya itu dalam mural juga tergambar aliran darah yang tampak mengalir ke laut, membentuk pola menyerupai garis-garis bendera Amerika Serikat.

    Menariknya di sudut mural tertera slogan bernada ancaman: “If you sow the wind, you will reap the whirlwind yang artinya Jika kau menabur angin, kau akan menuai badai.”

    Sebuah ungkapan yang bermakna bahwa tindakan agresif terhadap Iran akan berbalik menjadi konsekuensi serius bagi pihak yang menyerang.

    Peringatan Iran Dirilis Saat Armada AS Mendekat

    Otoritas Iran menyampaikan mural itu bukan sekadar karya visual biasa, melainkan pesan politik langsung kepada Amerika Serikat.

    Baca juga: Teka-teki Keberadaan Khamenei Saat Pasukan Tambahan AS Kepung Iran

    Pemasangan mural dilakukan di saat kelompok kapal induk AS, termasuk USS Abraham Lincoln, beserta kapal perang pengiringnya bergerak menuju wilayah tersebut sebagai bagian dari pengerahan kekuatan militer AS di kawasan.

    Tak hanya itu Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) juga mengumumkan keberadaan jet tempur F-15E Strike Eagle Angkatan Udara AS yang kini telah memasuki kawasan Timur Tengah.

    Kehadiran jet tempur tersebut, menurut Presiden AS Donald Trump, bertujuan meningkatkan kesiapan tempur serta menjaga stabilitas jika kondisi menuntut tindakan lebih tegas.

    “Kita memiliki armada besar yang menuju ke arah sana dan mungkin kita tidak perlu menggunakannya,” ujar Trump kepada awak media, Kamis lalu. Namun, pernyataan tersebut justru memperkuat spekulasi bahwa opsi militer tetap terbuka lebar.

    Pihak Iran memandang pergerakan militer AS sebagai sinyal ancaman terhadap kedaulatan nasional, terutama di tengah kritik internasional atas penindasan protes domestik yang telah menimbulkan ribuan korban tewas dan puluhan ribu penangkapan.

    Dalam konteks itu, mural peringatan dipandang sebagai upaya Tehran untuk memproyeksikan kekuatan dan tekad di mata dunia bahwa Iran siap menanggapi setiap tindakan militer dengan konsekuensi yang sepadan.

    Dengan menampilkan pesan yang tegas dan simbolik, Teheran berusaha menunjukkan kepada rakyatnya bahwa negara tetap kuat dan siap mempertahankan diri dari tekanan luar.

    Situasi ini mencerminkan eskalasi diplomasi dan simbolik yang jarang terjadi, di mana mural dipilih sebagai media peringatan resmi dalam konflik militer yang berpotensi berkembang menjadi konfrontasi terbuka.

    Para pengamat internasional menilai mural tersebut menunjukkan bagaimana ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat telah melampaui pernyataan politik biasa, memasuki ranah simbol kekuatan yang dirancang untuk mempengaruhi persepsi publik dan strategi geopolitik global.

    (Tribunnews.com/Namira)


    Komentar
    Additional JS