0
News
    Home Berita Featured Ilmu Pengetahuan Spesial Tailan Thailand

    Kenapa Indonesia Ubah Ejaan Thailand Jadi Tailan dan Sejumlah Negara Lain? Ini Kata Badan Bahasa - Kompas

    4 min read

     

    Kenapa Indonesia Ubah Ejaan Thailand Jadi Tailan dan Sejumlah Negara Lain? Ini Kata Badan Bahasa



    KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia telah memperbarui standardisasi ejaan nama-nama negara dalam bahasa Indonesia melalui forum internasional.

    Sejumlah ejaan nama negara yang disesuaikan antara lain Thailand menjadi Tailan, Paraguay menjadi Paraguai, Afghanistan menjadi Afganistan, Bangladesh menjadi Banglades, serta Swiss menjadi Swis.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Pembaruan ini tercantum dalam dokumen resmi bernomor GEGN.2/2025/122/CRP.122 yang disampaikan pada sidang United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) di New York, Amerika Serikat, pada 28 April–2 Mei 2025.

    Melalui dokumen tersebut, Indonesia menetapkan penyesuaian ejaan sejumlah nama negara agar lebih selaras dengan sistem bunyi dan kaidah ejaan bahasa Indonesia.

    Badan dan Ekor Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Lereng Bulusaraung

    Lantas, apa alasan ejaan nama-nama negara dalam bahasa Indonesia tersebut diubah?

    Baca juga: Indonesia Perbarui Ejaan Nama Negara Asing, Thailand Jadi Tailan dan Paraguay Jadi Paraguai


    Alasan ejaan nama Thailand diubah jadi Tailan

    Standardisasi ejaan nama-nama negara dalam bahasa Indonesia merupakan hasil inisiatif jangka panjang yang telah diajukan oleh delegasi Indonesia sejak 2019.

    "Pada 2019, Indonesia mengumpulkan daftar komprehensif nama-nama ibu kota dunia serta nama negara pada sesi perdana UNGEGN," tulis UNGEGN dalam dokumen bertajuk "Updated world country names: short and formal names, Submitted by Indonesia" tertanggal 10 Maret 2025.

    Upaya tersebut kemudian diperkuat pada 2024 melalui pembaruan ejaan yang lebih akurat secara ortografis (sistem ejaan) dan fonologis (bunyi bahasa).

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Tujuan pembaruan ini adalah menyesuaikan penulisan nama negara asing agar lebih sejalan dengan pelafalan dan tata tulis bahasa Indonesia, tanpa menyimpang dari daftar resmi negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Penjelasan serupa disampaikan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Hafidz Muksin.

    Ia menjelaskan bahwa kebijakan penetapan dan pemadanan ejaan baku nama-nama negara asing ke dalam bahasa Indonesia merupakan tugas utama Badan Informasi Geospasial (BIG).

    Dalam prosesnya, BIG bekerja sama dengan Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kementerian Luar Negeri, perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia, serta para pakar linguistik melalui Sidang Komisi Istilah.

    “BIG merupakan lembaga otoritas utama penamaan geografis nasional Indonesia, termasuk standardisasi nama-nama geografis asing seperti nama negara, pulau, sungai, dan sebagainya, agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia,” ujar Hafidz saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (16/1/2026).

    Ia menambahkan, penyesuaian tersebut mencakup perubahan ejaan agar selaras dengan fonologi dan ortografi bahasa Indonesia, misalnya Thailand menjadi Tailan dan Paraguay menjadi Paraguai.

    "Pembaruan terbaru (sekitar 2025) disampaikan melalui dokumen resmi ke sidang United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN)," jelasnya.


    Komentar
    Additional JS