0
News
    Home Bencana Berita Featured Lintas Peristiwa Listrik Spesial Sumatera

    Listrik Huntara korban Bencana di Sumatera Digratiskan PLN 6 Bulan - Viva

    3 min read

     

    Listrik Huntara korban Bencana di Sumatera Digratiskan PLN 6 Bulan

    Jakarta, VIVA – Listrik hunian sementara (Huntara) korban banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara digratiskan oleh PLN selama enam bulan.

    Di WEF Davos, Anindya Bakrie Sebut Elektrifikasi Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi RI

    Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa penyediaan listrik di Huntara mencakup pemasangan instalasi, kWh meter, hingga penerangan jalan umum dan fasilitas umum.

    “Pemasangan instalasi listrik dan kWh meternya juga menjadi bagian dari tanggung jawab PLN,” kata Darmawan dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.

    Sasar Wilayah Pedesaan, Bahlil Bakal Alirkan Listrik ke 500 Ribu Rumah Tangga di 2026

    Dia menyebut, PLN juga menyediakan penerangan jalan umum dan fasilitas umum di sekitar Huntara dan memberikan paket pemasangan baru multiguna tanpa biaya. PLN juga mempercepat pembangunan jaringan, gardu, pemasangan kWh meter agar listrik siap menyala saat hunian sementara selesai dibangun.

    “Ini menjadi bagian dari pengabdian kami untuk pemulihan di Aceh,” ujar dia.

    5 Tips Aman saat Banjir, Nomor 4 Suka Cuek

    Darmawan menjelaskan pemulihan listrik di Sumatera Barat telah tuntas sejak 23 Desember 2025, dengan seluruh 1.265 desa terdampak kembali menyala Di Sumatera Utara, dari total 6.223 desa terdampak, 99,97 persen sudah pulih. Saat ini hanya tersisa dua desa di Tapanuli Utara yang masih padam akibat banjir susulan.

    Sementara itu, di Aceh, Darmawan menyebut pemulihan jaringan listrik masih menghadapi tantangan besar akibat kerusakan transmisi yang parah. PLN mencatat total 66 tower transmisi rusak, terdiri dari 19 tower roboh dan 47 tower mengalami deformasi.

    Darmawan menambahkan perbaikan sistem kelistrikan di Aceh juga terkendala karena akses jalan yang masih terisolir. Dari total sekitar 6.500 desa du Aceh, masih terdapat 60 desa atau kurang dari 1 persen yang belum kembali menikmati aliran listrik.

    Desa-desa tersebut tersebar di sejumlah kabupaten: Aceh Barat (1 desa), Aceh Tamiang (6 desa), Aceh Timur (3 desa), Aceh Utara (1 desa), Bireun (1 desa), Bener Meriah (12 desa), Gayo Lues (7 desa), serta Aceh Tengah (29 desa). (Ant)


    Komentar
    Additional JS