0
News
    Home Bandung Barat Berita Cisarua Featured Lintas Peristiwa Spesial

    Menahan Tangis, Yayah Cerita Keponakan Selamat saat Longsor Cisarua, Keluarga Masih Hilang - Tribunnews

    9 min read

     

    Menahan Tangis, Yayah Cerita Keponakan Selamat saat Longsor Cisarua, Keluarga Masih Hilang

    Longsor Cisarua tewaskan 10 orang, 89 hilang. Balita 2 tahun selamat di genting rumah, keluarga masih dicari.


    Ringkasan Berita:
    • Longsor di Desa Pasirlangu, CisaruaBandung Barat, menewaskan 10 orang dan 89 hilang. 
    • Lebih dari 30 rumah rata dengan tanah. 
    • Di tengah evakuasi, tim SAR menemukan balita Arsa (2) selamat di genting rumah, sementara orang tua dan kakaknya belum ditemukan.

    TRIBUNNEWS.COM - Insiden tanah longsor terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung BaratJawa Barat pada Sabtu (24/1/2026).

    Berdasarkan data sementara tercatat sedikitnya 10 warga meninggal dunia, sekitar 89 orang masih hilang, dan lebih dari 30 rumah tertimbun material longsoran.

    Total warga terdampak mencapai 113 jiwa dari 34 kepala keluarga.

    Di tengah proses evakuasi korban, Tim SAR gabungan menemukan seorang balita berjenis kelamin laki-laki berusia 2 tahun selamat. 

    Dia berada di genting rumah saat tempat tinggalnya rata dengan tanah. Balita itu ditemukan di atas genting rumah sendirian.

    Yayah, Bibi dari balita itu, mengungkap hal ini sebagai sebuah keajaiban.

    “Enggak tahu bagaimana bisa selamat. Itu keajaiban Allah,” ujarnya sambil menahan tangis pada Minggu (25/1/2026).

    Kondisi Balita 2 Tahun Ditemukan Selamat di Atap Rumah

    Pada saat ditemukan, balita itu berada dalam kondisi lemas.

    Sebelum terjadi longsor pada Jumat kemarin, dia masih bersama dengan keluarganya. 

    Dia merupakan anak kedua dari pasangan suami-istri, Komarudin dn Epon.

    Dia mempunyai kakak bernama Febri.

    Pada Sabtu dini hari, gelap menyelimuti Kampung Babakan.

    Listrik padam sejak sore membuat warga cemas dan tak bisa tidur semalaman.

    Sekitar pukul 01.30 WIB, warga merasakan getaran, diikuti suara gemuruh. 

    Dalam hitungan detik, longsor besar meluncur dari perbukitan, menimbun puluhan rumah.

    Balita itu ditemukan di atap rumah. 

     Dalam keadaan lemas, Arsa dibawa petugas ke posko pengungsian di Kantor Desa Pasirlangu.

    Di sana, sudah ada keluarga dari Ibunya yang langsung menggendong Arsa. Tubuh kecilnya nampak lemas dan beberapa kali muntah.

    Balita itu pun langsung dibawa ke Puskesmas Pasirlangu, tak jauh dari lokasi longsor untuk mendapatkan pertolongan medis. 

    “Kasihan kalau di sini (posko), karena sempat muntah-muntah,” kata Yayah.

    Baca juga: Update Korban Longsor Cisarua, Bandung Barat : Ada 113 Orang Terdampak, 80 Orang Dinyatakan Hilang

    Keluarganya Belum Ditemukan

    Namun, di balik keajaiban yang menyelamatkan balita itu, ada duka yang masih menggantung. 

    Hingga kini, ibunya bernama Epon dan ayahnya Komarudin serta Febri kakaknya, belum ditemukan.

    Rumah mereka di Kampung Babakan, RT 5 RW 11, telah terkubur longsoran tanah. 

    “Adik ibu, ipar ibu, sama anak pertamanya belum ketemu. Rumahnya sudah tertimbun,” tutur Yayah.

    Balita itu kini dirawat oleh keluarga di rumah kerabat yang berada di bagian bawah kampung, lokasi yang relatif lebih aman.

    Keluarga pun terus memantau kondisinya, memastikan balita itu mendapatkan perawatan.

    Baca juga: Momen Dedi Mulyadi Berteriak Cari Linggis saat Evakuasi Korban Longsor yang Terjepit Batu

    Longsor Cisarua Bandung Barat, Kapolres Cimahi Sebut 89 Orang Hilang dan 10 Tewas

    Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra mengungkapkan wilayah terdampak longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, akibat hujan deras yang mengguyur sejak Jumat (23/1/2026). Longsor terbesar dilaporkan terjadi di Desa Pasirlangu.

    “Curah hujan yang sangat tinggi sejak kemarin menyebabkan dampak terbesar di Kecamatan Cisarua, tepatnya di wilayah Pasirlangu,” ujar AKBP Niko dalam Breaking News KompasTV, Sabtu (24/1/2026).

    Selain Pasirlangu, Niko menyebut sejumlah wilayah lain juga terdampak. Salah satunya berada di Kecamatan Lembang, tepatnya di Desa Sukajaya, yang mengalami pergeseran tanah akibat hujan intensitas tinggi.

    “Kami juga melakukan pengecekan di wilayah Lembang, Desa Sukajaya. Ada beberapa warga yang terdampak karena terjadi pergeseran tanah,” katanya.

    Niko menjelaskan, akses menuju sejumlah titik terdampak sempat terputus akibat longsor. Hal itu memaksa petugas harus mengambil jalur memutar untuk menjangkau lokasi-lokasi yang akan ditinjau.

    Terkait data korban, Niko menyebut hingga saat ini sebanyak 21 orang berhasil ditemukan selamat. Sementara itu, puluhan warga lainnya masih dinyatakan hilang.

    “Untuk data orang hilang sementara yang kami terima ada 89 orang. Namun data ini masih akan kami validasi kembali sesuai kondisi di lapangan,” ungkapnya.

    Adapun korban meninggal dunia hingga Sabtu sore tercatat sebanyak 10 orang.

    “Sampai saat ini data kami, empat ditambah enam, totalnya ada 10 korban meninggal dunia,” jelas Niko.

    Untuk penanganan bencana, Polres Cimahi telah mendirikan posko di lokasi terdampak dan berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat serta tim Disaster Victim Identification (DVI).

    “Kami juga sudah menyiapkan rumah detensi sebagai tempat evakuasi sementara bagi korban yang berhasil diselamatkan,” ujarnya.

    Selain itu, pengamanan di sekitar lokasi longsor terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan. Niko menegaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BPBD dan Polda Jabar guna mempercepat proses evakuasi dan pencarian korban.

    “Tim evakuasi terus kami turunkan, dan koordinasi dengan BPBD serta Polda Jabar terus dilakukan,” pungkasnya.

    (TRIBUNJABAR/KOMPASTV)


    Komentar
    Additional JS