Menkes Budi: Pasien Super Flu Bandung Termasuk Dalam 62 Kasus di Indonesia - Liputan6
Menkes Budi: Pasien Super Flu Bandung Termasuk Dalam 62 Kasus di Indonesia
Menkes Budi satu pasien super flu Bandung yang meninggal dunia termasuk dalam 62 kasus yang sebelumnya diungkap Kemenkes.
Menkes Budi soal satu pasien super flu di Bandung yang meninggal. Budi menegaskan super flu bukan penyebab pasien tersebut meninggal Foto: Kemenkes RI.
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pasien super flu asal Bandung yang meninggal dunia termasuk dalam daftar 62 kasus yang diungkapkan Kementerian Kesehatan per 1 Januari 2026.
"Ya itu dari existing yang 62," kata Budi dalam konferensi pers pada Senin, 13 Januari 2026.
Dalam kesempatan itu, Budi juga mengungkapkan bahwa bukan super flu penyebab pasien tersebut meninggal dunia. Budi menjelaskan pasien tersebut meninggal akibat penyakit bawaan atau komorbid yang telah diderita sebelumnya.
"Kenapa yang Bandung ada yang meninggal? Ya ini yang Bandung meninggalnya karena punya penyakit lain. Meninggalnya bukan karena flu," kata Menkes Budi.
Terinfeksi super flu tak serta merta menjadi penyebab utama kematian. Dia memberi contoh, ada orang yang sedang flu kemudian tertabrak mobil dan meninggal. Penyebab kematiannya karena tertabrak mobil, bukan karena flunya.
“Contohnya ada orang flu kemudian ketabrak mobil, dia meninggal ketabrak mobil, ada flu, tapi meninggalnya karena ketabrak mobil bukan karena flu.”
“Ini sama juga, yang di Bandung itu karena dia punya penyakit-penyakit lain yang menyebabkan yang bersangkutan jadi meninggal,” jelasnya.
RS Hasan Sadikin Sempat Rawat 10 Pasien Super Flu
Satu pasien yang meninggal tersebut merupakan salah satu pasien di RS Hasan Sadikin Bandung. Menurut Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-emerging (Pinere) RSHS Bandung dr Yovita Hartantri ada sepuluh pasien yang terinfeksi super flu atau Influenza A H3N2 subclade K di rumah sakit tersebut.
"Dari semua sampel yang kami kerjakan dan kita periksa, kami baru dapat data di Januari ini. Nah itu ada 10 kasus yang dinyatakan Influenza A H3N2 subclade K," katanya di Auditorium Gedung MCHC RSHS Bandung, Kamis, 8 Januari 2026.
Apa Itu Super Flu?
Menkes Budi menjelaskan, super flu bukanlah hal baru hanya variannya saja yang terbilang baru dan penularannya cepat.
"Ini influenza tipe A tapi varian K, jadi ini sebetulnya virus H3N2, udah lama adanya udah puluhan tahun," kata Budi saat berada di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (7/1/2026).
"Nah kemudian dia keluar varian baru, istilahnya subclade K. Dia penularannya cepat tapi (tingkat) kematiannya sangat rendah," tambahnya.
Di Indonesia, per 1 Januari 2026 sudah ditemukan 62 kasus super flu. Untuk itu, Budi mengimbau masyarakat untuk hati-hati tapi tidak panik.
“Di Indonesia kita sudah identifikasi yang saya lihat laporan terakhir masih puluhan, enggak parah sih, artinya bisa dengan pengobatan biasa.”