0
News
    Home Berita Es Gabus Featured Kasus POLRI Spesial TNI

    Pedagang Es Gabus: Polisi dan TNI Enggak Minta Maaf kepada Saya - Kompas

    4 min read

     

    Pedagang Es Gabus: Polisi dan TNI Enggak Minta Maaf kepada Saya

    DEPOK, KOMPAS.com - Pedagang es gabus, Suderajat (49) mengaku belum menerima permohonan maaf dari polisi dan TNI yang menuduh barang dagangannya menggunakan spons di Kemayoran, Jakarta Pusat.

    “Enggak ada minta maaf atau apa, semuanya setahu saya enggak ada minta maaf ke saya,” ucap Suderajat saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Selasa (27/1/2026).

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Setelah kejadian, ia menerima uang ganti rugi dari aparat sebesar Rp 300.000 karena barang es gabus yang dibawanya meleleh dan hancur.

    Peristiwa bermula saat Suderajat tiba-tiba didatangi sekelompok orang beralibi hendak membeli es gabus, Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

    Purbaya: Saya Akan Ubrak-abrik Ditjen Pajak dan Bea Cukai, Ini Ancaman Serius!

    Baca juga: Saat Pedagang Es Gabus di Kemayoran Dicurigai Gunakan Bahan Spons...

    Suderajat sempat mengklarifikasi barang dagangannya buatan pabrik rumahan. Namun, es gabus itu malah dirusak dan menuduh rasa makanannya menyerupai spons dan busa.

    Es yang dihancurkan itu juga dilempar ke arah pipinya hingga terluka.

    “Es saya diremes, dibejek. Nih mata saya jadi sakit karena kena sabet timpukan es,” ujarnya.

    Usai kejadian, Suderajat sempat dibawa kepolisian bersama barang dagangannya yang sudah hancur.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Dia diperbolehkan pulang pada Minggu (25/1/2026) dini pagi dan baru memperoleh hasil pendapatan Rp 50.000.

    “Barang jualan pada hancur, mau jualan apa lagi. Bahu saya sakit, dekat mata luka,” ujarnya.

    Suderajat juga belum berani kembali bekerja ke Kemayoran karena takut dikeroyok kembali.

    Baca juga: Salah Tuduh Es Gabus Spons, Suderajat Alami Luka dan Dagangan Dirusak

    Ia memilih tetap di rumah sembari melakukan renovasi rumahnya yang ambruk.

    Polisi Akui Salah dan Minta Maaf

    Sebelumnya, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, Aiptu Ikhwan Mulyadi, mengaku salah dan meminta maaf usai sempat menuduh pedagang es gabus di Kemayoran menggunakan bahan spons.

    "Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es kue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial," ujar Ikhwan dalam video yang dibagikan humas Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa.

    Ikhwan menjelaskan, tindakan yang ia lakukan bersama seorang anggota Babinsa merupakan respons cepat atas laporan masyarakat yang khawatir akan adanya dugaan peredaran makanan berbahaya di lingkungan mereka.


    Komentar
    Additional JS