0
News
    Home Featured Kesehatan Spesial Tips & Tricks Vitamin D

    Perlukah Anak Minum Vitamin Setiap Hari? Pahami Kebutuhan Anak Tanpa Berlebihan - Esposin

    3 min read

     

    Perlukah Anak Minum Vitamin Setiap Hari? Pahami Kebutuhan Anak Tanpa Berlebihan



    ESPOS.ID - Ilustrasi aneka vitamin dan suplemen. (Freepik)

    Esposin, SOLO - Rak vitamin anak di apotek kini semakin berwarna. Beragam produk menjanjikan daya tahan tubuh yang lebih kuat, nafsu makan meningkat, hingga anak menjadi jarang sakit. Tak heran, banyak orang tua akhirnya rutin memberikan multivitamin kepada anak setiap hari.

    Namun, Dokter Anak RS JIH Solo, dr. Anis Marfuah, Sp.A., M.Kes., mengingatkan agar orang tua bersikap lebih bijak.

    “Vitamin bukanlah kebutuhan mutlak bagi semua anak,” kata dr. Anis.

    Menurutnya, tidak semua anak memerlukan suplemen, terutama jika pola makannya sudah baik. Anak yang mengonsumsi makanan beragam dengan asupan protein, sayur, buah, dan karbohidrat yang cukup sebenarnya telah memenuhi kebutuhan gizinya dari makanan sehari-hari.

    Masalah muncul pada anak-anak dengan kondisi tertentu, seperti susah makan, sangat pilih-pilih makanan, memiliki penyakit kronis, atau berada pada fase pertumbuhan yang berisiko mengalami kekurangan mikronutrien.

    “Pada anak-anak dengan kondisi seperti ini, suplementasi justru penting dan bahkan wajib,” jelas dr. Anis.

    Solopos Digital MediaDokter Anak RS JIH Solo, dr. Anis Marfuah, Sp.A., M.Kes. (Istimewa)

    Hal yang kerap disalahpahami orang tua adalah jenis vitamin yang diberikan. Multivitamin tidak selalu menjadi jawaban utama. Justru, vitamin dan mineral spesifik seperti vitamin D, vitamin A, iodium, dan zinc lebih sering direkomendasikan karena secara ilmiah terbukti kerap mengalami defisiensi pada anak.

    Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D masih banyak terjadi, terutama pada anak-anak yang tinggal di perkotaan dan jarang terpapar sinar matahari. Zinc juga diketahui memiliki peran penting dalam menjaga imunitas serta mendukung proses penyembuhan.

    Dr. Anis menegaskan bahwa vitamin tidak boleh menggantikan peran makanan. “Jika pola makan anak tidak baik lalu hanya ditutup dengan pemberian vitamin, itu keliru,” ujarnya.

    Pendekatan terbaik adalah mengevaluasi pola makan anak terlebih dahulu, kemudian berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan pemberian suplemen secara rutin. Dengan cara tersebut, anak dapat memperoleh manfaat vitamin dan mineral secara optimal tanpa risiko konsumsi berlebihan.

    “Vitamin dan mineral dapat diberikan sesuai kebutuhan. Jika anak makan dengan baik, pemberian suplemen bisa dipertimbangkan. Namun, bagi anak yang mengalami kekurangan mikronutrien, suplementasi menjadi keharusan,” ujarnya.


    Komentar
    Additional JS