0
News
    Home Berita CIA Dunia Internasional Featured Iran Israel Kasus Mossad Spesial

    Perusuh dalam Demo di Iran Bakar Alquran dan 25 Masjid, Didalangi Agen Mossad Israel dan CIA Menurut Pemerintah Iran - Serambinews

    5 min read

     

    Perusuh dalam Demo di Iran Bakar Alquran dan 25 Masjid, Didalangi Agen Mossad Israel dan CIA Menurut Pemerintah Iran - Serambinews.com

    SERAMBINEWS.COM/MEDSOS
    BAKAR MASJID - Kebakaran besar di sebuah masjid di distrik Saadatabad Teheran, barat laut Teheran, pada 8 Januari 2026. 
    Ringkasan Berita:
    • Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan bahwa 109 personel keamanan telah tewas dalam protes di seluruh negeri.
    • Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran, mengatakan seorang anggota staf tewas dalam serangan terhadap salah satu bangunan bantuannya di Gorgan, ibu kota provinsi Golestan.
    • Media pemerintah juga melaporkan bahwa sebuah masjid dibakar di Masyhad di Iran timur pada Sabtu malam.

    SERAMBINEWS.COM - Media pemerintah Iran mengatakan puluhan anggota pasukan keamanan telah tewas selama protes terhadap krisis ekonomi di negara itu.

    Televisi pemerintah mengatakan pada Minggu (11/1/2026) bahwa 30 anggota polisi dan pasukan keamanan tewas di provinsi Isfahan dan enam lainnya di Kermanshah di Iran barat dalam kerusuhan terbaru.

    Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan bahwa 109 personel keamanan telah tewas dalam protes di seluruh negeri.

    Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran, mengatakan seorang anggota staf tewas dalam serangan terhadap salah satu bangunan bantuannya di Gorgan, ibu kota provinsi Golestan.

    Media pemerintah juga melaporkan bahwa sebuah masjid dibakar di Masyhad di Iran timur pada Sabtu malam.

    Menurut laporan, seluruh Iran terjadi pembakaran 25 masjid selama beberapa hari terakhir, diikuti dengan pembakaran Quran, dan melemparkan bom molotov ke rumah-rumah warga di lokasi demo.

    Rekomendasi Untuk Anda
    Iran Tangkap Dua Pendemo yang Diduga Terafiliasi dengan MossadIran Tangkap Agen Mossad Israel yang Dalangi Protes Massa dan Kerusuhan  di Teheran

    Tindakan para perusuh di menurut pemerintah Iran didalangi oleh agen-agen intelijen Israel Mossad dan unit intelijen Amerika CIA yang menuyusup di antara kerumunan massa. 

    Tampak pula dalam rekaman video yang beredar di media sosial para perusuh menembakkan senjata ke arah massa, dan melempar bom molotov ke rumah warga.

    Jumlah korban dilaporkan ketika pihak berwenang Iran meningkatkan upaya untuk memadamkan negara itu protes terbesar selama bertahun-tahun, ribuan orang turun ke jalan karena marah atas melonjaknya biaya hidup dan inflasi.

    Kementerian Dalam Negeri mengatakan “kerusuhan” berangsur-angsur mereda, sementara Jaksa Agung telah memperingatkan bahwa mereka yang terlibat dalam kerusuhan tersebut dapat menghadapi hukuman mati.

    Pada hari Sabtu, Ali Larijani, seorang pejabat tinggi keamanan, menuduh beberapa demonstran membunuh orang atau membakar beberapa orang, yang sangat mirip dengan apa yang dilakukan ISIS, mengacu pada kelompok bersenjata ISIS.

    Hassan Ahmadian, seorang akademisi di Universitas Teheran, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa demonstrasi yang dimulai dua minggu lalu berubah menjadi kekerasan pada hari Kamis, menyebutnya sebagai salah satu hari paling menakutkan di Iran, termasuk di Teheran.

    “Dalam dua hari terakhir, kami melihat menyusutnya peristiwa tersebut karena tentu saja terjadi bentrokan dan konfrontasi dengan pihak yang melakukan kekerasan,” katanya.

    “Orang-orang juga mulai meninggalkan aktivitas kekerasan semacam itu,” tambah akademisi tersebut.

    “Mayoritas masyarakat Iran tidak senang dengan perekonomian di Iran, namun mayoritas dari mereka juga tidak senang dengan kekerasan,” Ahmadian mencatat.

    Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatasi rencana ekonomi dan “tuntutan masyarakat” dalam sebuah wawancara pada hari Minggu, menurut TV pemerintah.

    Pezeshkian mengatakan dalam wawancara bahwa AS dan Israel ingin “menabur kekacauan dan kekacauan” di Iran dengan memerintahkan “kerusuhan” dan meminta Iran untuk menjauhkan diri dari “perusuh dan teroris”.

    Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah mendesak pengekangan di tengah laporan korban terkait protes dan penangkapan massal. 

    LSM Iran Human Rights yang berbasis di Norwegia mengatakan setidaknya 51 pengunjuk rasa, termasuk sembilan anak-anak, telah dibunuh oleh pasukan keamanan, dan ratusan lainnya terluka.(*)

    Tags:
    Komentar
    Additional JS