0
News
    Home Bencana Berita Featured Lintas Peristiwa Prabowo Subianto Spesial Sumatera

    Prabowo Sebut Serba Salah Jadi Menterinya: Tak Datang Dibilang Tak Peduli, jika Hadir Dianggap Hanya Lihat - Kompas

    3 min read

     

    Prabowo Sebut Serba Salah Jadi Menterinya: Tak Datang Dibilang Tak Peduli, jika Hadir Dianggap Hanya Lihat

    Kompas.com, 1 Januari 2026, 14:09 WIB
    Lihat Foto

    ACEH TAMIANG, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti kritikan yang cenderung kurang sehat dari sejumlah pribadi terhadap pemerintahannya.

    Dengan begitu, menjabat menteri di era pemerintahan Prabowo jadi serba susah, karena apa pun yang dilakukan selalu salah di mata komentator.

    Hal tersebut Prabowo sampaikan dalam rapat terbatas (ratas) di lokasi terdampak banjir di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026).

    "Kadang-kadang saya monitor ada suatu kecenderungan yang menurut saya kurang sehat dari beberapa pribadi-pribadi, komentator, dan sebagainya. Yang selalu melihat kegiatan bangsa Indonesia, kegiatan pemerintah dari sudut yang negatif. Jadi kalau ada... Saya pernah dengar ada kritik begini, 'Untuk apa menteri datang ke tempat bencana hanya datang melihat?' Saudara-saudara, serba susah," ujar Prabowo.

    Jakarta Kian Sesak, Dikepung 25 Juta Kendaraan Pribadi

    "Menteri tidak datang, dibilang tidak peduli. Menteri datang, ya masa menteri ikut macul? Bukan itu. Pejabat datang, pemimpin datang melihat apa kekurangan, apa masalah, apa yang bisa kita bantu, mana yang kita bisa percepat, kan begitu," sambungnya.

    Prabowo mencontohkan ketika dirinya hadir di lokasi bencana banjir dan longsor.

    Ia akan langsung bertanya kepada gubernur setempat mengenai berbagai usulan dan keluhan.

    Ketika turun langsung ke lapangan, Prabowo jadi langsung tahu problematika yang dihadapi.

    Meskipun begitu, Prabowo meminta para menteri untuk tidak patah semangat ketika difitnah.

    "Tapi ya mudah-mudahan saudara, saya percaya dengan bukti. Jadi saya sampaikan ke saudara, para pimpinan, para menteri, pada kepala badan, gubernur, semua, salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah siap untuk dihujat, siap untuk difitnah. Tapi tidak boleh kita terpengaruh, dan tidak boleh kita patah semangat," jelas Prabowo.

    "Semua itu kita terima sebagai... Ya sebagai koreksi juga, tidak apa-apa, walaupun itu fitnah, itu kalau kita tahu di hati kita bahwa itu tidak benar, tapi itu jadi waspada bagi kita, ya," lanjutnya.

    Prabowo menekankan, ia selalu percaya dengan bukti atau evidence based.

    Prabowo memastikan akan terus turun ke lapangan supaya rakyat bisa melihat bukti pemerintah bekerja.

    "Kalau saudara perhatikan saya jarang kasih wawancara dengan pers, saya bukan saya tidak hormati pers, karena saya mengerti psikologi rakyat Indonesia, rakyat Indonesia hanya percaya dengan bukti, bukti," kata Prabowo.

    "Kita sekarang dalam rangka membuktikan. Jadi kalau ada menteri-menteri pejabat turun, itu dia tidak turun untuk wisata. Dia datang dia melihat, mencatat, mengerti mengambil keputusan, kan demikian," tambah Prabowo.

    Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang
    Komentar
    Additional JS