Rehabilitasi Sawah Rusak Akibat Bencana Sumatera, Kementan Siapkan Rp 5 Triliun - Kompas
Rehabilitasi Sawah Rusak Akibat Bencana Sumatera, Kementan Siapkan Rp 5 Triliun
KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan anggaran sekitar Rp 5 triliun untuk rehabilitasi sawah yang rusak akibat banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memulihkan persawahan agar para petani dapat berproduksi pada musim tanam berikutnya.
Sebagai informasi, berdasarkan pendataan awal, sekitar 70.000 hektare lahan pertanian terdampak bencana Sumatera, dengan sekitar 11.000 hektare di antaranya mengalami puso akibat kerusakan berat.
Anggaran Rehabilitasi Sawah Sesuai Arahan Presiden Prabowo
"Sudah dianggarkan Pak Menteri (Pertanian Andi Amran Sulaiman) sekitar Rp5 triliun untuk itu," kata Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian Sam Herodian, usai kegiatan Road to Jakarta Food Security Summit (JFSS) bertema Ketahanan Pangan untuk Menjaga Kedaulatan Bangsa di Jakarta, Selasa (13/1/2026) dilansir dari Antara.
Sam menjelaskan, dana rehabilitasi sawah tersebut telah disiapkan pemerintah pusat dan merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memulihkan lahan pertanian yang rusak akibat bencana alam.
Lanjut dia, Kementan bertanggung jawab menangani sawah dengan kategori kerusakan ringan hingga sedang, sementara untuk kerusakan berat akan dikoordinasikan bersama kementerian teknis lain sesuai kewenangannya.
"Jadi bukan Kementerian Pertanian semua, kalau yang berat PU (Kementerian Pekerjaan Umum) nanti, kalau yang sedang sampai ringan dari kami. Di kami akan membentuk kembali lahannya sampai menanam (pertanian), kita tangani, sampai bantuan peralatan (alat mesin pertanian)," jelasnya.
Rehabilitasi Sawah Dimulai dari Aceh pada Kamis
Kementan menjadwalkan groundbreaking rehabilitasi sawah terdampak bencana di Aceh pada Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya penanganan terpadu pemulihan lahan pertanian tiga provinsi terdampak di Sumatera.
Peresmian program rehabilitasi tersebut direncanakan dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman.
Selain Aceh, rehabilitasi sawah terdampak juga dilakukan secara bersamaan di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Kementan menurunkan tim teknis di masing-masing daerah guna mempercepat proses pemulihan lahan.
"Jadi hari Kamis (15/1/2026) pagi acara di Aceh untuk groundbreaking, artinya start untuk rehabilitasi lahan yang terdampak untuk tiga provinsi. Jadi Pak Menteri posisinya di sana (Aceh), tapi teman-teman ada di Sumatera Utara, juga di Semata Barat," terang Sam.
Rehabilitasi Sawah Ditargetkan Rampung pada Musim Tanam Pertama
Program pemulihan atau rehabilitasi sawah rusak mencakup pembentukan kembali struktur lahan, perbaikan saluran irigasi, pendampingan penanaman, hingga penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian.
Pemerintah menargetkan rehabilitasi sawah terdampak bencana selesai pada musim tanam pertama, sehingga petani tidak kehilangan kesempatan tanam.
Langkah ini diharapkan mampu mengembalikan produktivitas lahan sekaligus menopang ketahanan pangan nasional.
