0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Rusia Spesial Ukraina Zelenskyy

    Serangan Dahsyat Rusia Lumpuhkan Ukraina, Zelenskyy Desak Amerika Penuhi Janji Bantuan - Tribunnews

    9 min read

     

    Serangan Dahsyat Rusia Lumpuhkan Ukraina, Zelenskyy Desak Amerika Penuhi Janji Bantuan

    Sekitar 6.000 bangunan di Kiev kehilangan layanan pemanas karena rusak diserang Rusia, di saat suhu pada Sabtu pagi mencapai -12 derajat Celcius.

    Serangan Udara Dahsyat Rusia Lumpuhkan Ukraina, Zelenskyy Desak Amerika Penuhi Janji Bantuan

     
    TRIBUNNEWS.COM - Rusia dilaporkan melancarkan serangan udara dahsyat ke Ukraina pada Sabtu (24/1/2026) dini hari.

    Serangan intensif Rusia ini menyebabkan pemadaman listrik dan pemanas ruangan yang meluas bagi ratusan ribu penduduk di Ukraina utara dan ibu kota, Kyiv.

    Hal ini terjadi di saat negara tersebut sedang menghadapi gelombang dingin yang parah dan penurunan suhu yang tajam.

    Baca juga: Rudal Oreshnik Rusia Melaju 13 Ribu Km/Jam, Ukraina Perintahkan Warga Kiev Mengungsi Sementara

    Perusahaan energi lokal di wilayah Chernihiv mengatakan kalau  aliran listrik terputus ke ratusan ribu pelanggan sebagai dampak kerusakan parah yang dialami fasilitas pembangkit listrik utama di dekat kota Nizhyn karena serangan Rusia semalam.

    Di ibu kota, Kyiv, Walikota Vitali Klitschko mengumumkan kalau sekitar 6.000 bangunan kehilangan layanan pemanas, di saat suhu pada Sabtu pagi mencapai -12 derajat Celcius.

    "Situasi ini memperburuk masalah kemanusiaan karena Rusia terus menargetkan infrastruktur vital sebagai bagian dari taktik yang bertujuan menimbulkan krisis energi di Ukraina," tulis ulasan Khbrn, Sabtu.

    Korban Tewas dan Luka di Kyiv dan Kharkiv

    Serangan Rusia mengakibatkan satu orang tewas dan 23 luka-luka di Kyiv dan sekitarnya, serta di kota Kharkiv di timur laut.

    Angkatan Udara Ukraina melaporkan kalau serangan tersebut dilakukan dengan 396 drone dan rudal.

    Ukraina kini berada di tengah keadaan siaga tinggi dan peringatan resmi akan potensi gelombang pemboman lanjutan oleh Rusia.

    Klitschko menjelaskan bahwa ibu kota menjadi sasaran "serangan yang intens,"

    mencatat bahwa bangunan non-perumahan menjadi target dan kebakaran terjadi akibat puing-puing drone, di samping pemadaman pemanas dan air di beberapa lingkungan.

    Di Kharkiv, Walikota Igor Terekhov mengumumkan bahwa drone Shahed buatan Iran telah menyebabkan kerusakan pada beberapa bangunan tempat tinggal di dekat perbatasan Rusia, sementara polisi mengkonfirmasi bahwa 15 orang terluka dan dua fasilitas kesehatan rusak.

    Rusia Serang Kiev Ukraina
    KIEV LUMPUH - Serangan drone dan rudal Rusia ke Kiev, ibu kota Ukraina, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Akibat serangan itu, Kiev menjadi lumpuh, di mana sekitar 6.000 bangunan kehilangan layanan pemanas di saat suhu pada Sabtu pagi mencapai -12 derajat Celcius, memperburuk masalah kemanusiaan karena Rusia terus menargetkan infrastruktur vital

    Serangan Terjadi di Tengah Perundingan yang Berjalan

    Eskalasi Rusia terjadi beberapa jam setelah delegasi dari RusiaUkraina, dan Amerika Serikat bertemu dalam negosiasi langsung pertama di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

    Negosiasi langsung pertama ini diumumkan secara publik antara Moskow dan Kyiv sebagai bagian dari rencana AS untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak Februari 2022.

    Perundingan itu diketahui sudah memasuki hari kedua.

    Sebelum perundingan berakhir, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menekankan kalau masalah teritorial tetap menjadi yang paling rumit.

    Adapun Moskow mengulangi syaratya agar Ukraina menarik mundur pasukannya dari wilayah Donbas di timur negara itu.

    "Ini mencerminkan dalamnya perbedaan sikap dalam negosiasi oleh kedua belah pihak meskipun proses bargaining telah berlangsung," tulis laporan khbrn.

    Zelensky Desak AS Pemenuhan Janji Soal Pertahanan Udara

    Atas serangan Rusia tersebut, Zelensky meminta Amerika Serikat (AS) untuk sepenuhnya menerapkan perjanjian-perjanjian terkait penguatan sistem pertahanan udara.

    Perjanjian soal penguatan pertahanan udara Ukraiana ini, menurut Zelensky telah disepakati dengan Presiden AS, Donald Trump dalam pertemuan mereka di Forum Ekonomi Dunia di Davos pekan lalu.

    "Presiden Ukraina menekankan kalau serangan baru-baru ini terhadap fasilitas energi menunjukkan kebutuhan mendesak untuk mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara, pada saat kedua pihak belum mengungkapkan rincian pasti tentang sifat dukungan yang disepakati, sehingga masa depan perlindungan udara Ukraina bergantung pada perkembangan politik dan militer di masa mendatang," tulis laporan tersebut.

    Setelah serangan baru Rusia terhadap infrastruktur penting, Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiha, mengatakan, “Upaya perdamaian? Pertemuan trilateral di UEA? Diplomasi? Bagi warga Ukraina, ini adalah malam teror Rusia lainnya.”

    “Secara sinis, Putin memerintahkan serangan rudal besar-besaran yang brutal terhadap Ukraina tepat ketika delegasi sedang bertemu di Abu Dhabi untuk memajukan proses perdamaian yang dipimpin Amerika. Rudalnya tidak hanya menghantam rakyat kami tetapi juga meja perundingan.”

     

     
     


    Komentar
    Additional JS