0
News
    Home Amerika Serikat Berita Donald Trump Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Trump Isyarat Perang Terbuka: Siapkan Operasi Serangan Terarah, Bidik Elite Tinggi Iran - Tribunnews

    8 min read

     

    Trump Isyarat Perang Terbuka: Siapkan Operasi Serangan Terarah, Bidik Elite Tinggi Iran

    Trump siapkan opsi serangan terarah ke Iran. Armada AS sudah bergerak ke Timur Tengah, ancaman perang menguat meski keputusan final belum diambil.

    Ringkasan Berita:
    • Trump siapkan opsi serangan terarah ke Iran dengan membidik elite keamanan, guna memberi tekanan dan mendorong perubahan kepemimpinan di Teheran.
    • Belum ada keputusan final, namun pengerahan kapal induk dan armada tempur AS ke Timur Tengah membuat opsi militer siap digunakan kapan saja.
    • Sekutu ragu efektivitas serangan, sementara Iran menyatakan siap berdialog namun bersiap menghadapi konfrontasi, memperingatkan akan membalas keras jika diprovokasi.

    TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah mempertimbangkan serangkaian opsi baru terhadap Iran, termasuk serangan terarah yang menyasar petinggi keamanan dan lembaga utama Teheran.

    Mengutip CNN International, langkah ini disebut bertujuan menciptakan kondisi yang mendorong perubahan kepemimpinan di Teheran, menyusul penindakan keras pemerintah Iran terhadap gelombang protes nasional yang menewaskan ribuan orang dalam beberapa pekan terakhir.

    Sejumlah sumber Amerika Serikat yang mengetahui diskusi internal tersebut mengatakan bahwa Trump ingin memanfaatkan tekanan militer untuk memberi sinyal kuat kepada para demonstran Iran bahwa rezim tidak kebal terhadap serangan.

    Opsi yang dibahas mencakup penargetan komandan keamanan dan institusi yang dinilai Washington bertanggung jawab atas kekerasan terhadap warga sipil, dengan harapan meningkatkan kepercayaan diri massa untuk merebut kendali gedung-gedung pemerintahan dan aparat keamanan.

    Selain serangan terbatas, para ajudan Trump juga membahas kemungkinan operasi militer yang jauh lebih luas, yang ditujukan untuk memberikan dampak jangka panjang.

    Target potensial yang dimaksud yakni mencakup program rudal balistik Iran yang mampu menjangkau sekutu AS di Timur Tengah, serta fasilitas pengayaan nuklir yang selama ini menjadi sumber ketegangan antara Teheran dan Barat.

    Belum Ada Keputusan Final

    Sejauh ini sumber-sumber AS menegaskan bahwa Trump belum mengambil keputusan akhir, termasuk apakah akan benar-benar melancarkan serangan.

    Baca juga: 7 Skenario Jika Amerika Serang Iran, Teheran Bisa Runtuh atau Membalas

    Namun, pengerahan kapal induk AS beserta armada pendukungnya ke Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir telah memperluas pilihan militer yang tersedia bagi Gedung Putih, setelah Trump berulang kali mengancam intervensi langsung terhadap Iran.

    Langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa ancaman intervensi yang berulang kali disampaikan Trump bukan sekadar retorika politik. 

    Kehadiran armada tempur di kawasan membuat Gedung Putih tidak perlu lagi menunggu proses pengerahan tambahan apabila keputusan untuk bertindak akhirnya diambil. 

    Dengan demikian, opsi militer kini berada dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu.

    Sekutu Ragukan Kekuatan Trump

    Meski opsi militer terus digodok, empat pejabat Arab, tiga diplomat Barat, serta seorang sumber senior Barat mengatakan mereka cemas bahwa serangan AS tidak akan membangkitkan perlawanan rakyat.

    Melainkan justru melemahkan gerakan protes yang sudah terguncang akibat penindasan paling berdarah sejak Revolusi Islam 1979.

    Alex Vatanka, Direktur Program Iran di Middle East Institute, menilai protes di Iran tetap menunjukkan keberanian luar biasa, namun menghadapi keterbatasan besar.

    Menurutnya, tanpa pembelotan militer dalam skala luas, gerakan tersebut tetap “heroik tetapi kalah persenjataan.”

    Keraguan juga datang dari pihak Israel. Seorang pejabat senior Israel yang mengetahui perencanaan militer antara Washington dan Yerusalem mengatakan serangan udara saja tidak cukup untuk menggulingkan Republik Islam, jika itu memang menjadi tujuan Amerika Serikat.

    “Jika ingin menggulingkan rezim, Anda harus mengerahkan pasukan darat. Bahkan jika Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas, Iran akan tetap memiliki pemimpin baru,” ujarnya.

    Menurut pejabat tersebut, hanya kombinasi tekanan eksternal dan oposisi domestik yang terorganisir yang dapat mengubah arah politik Iran.

    Meski kepemimpinan Teheran dinilai melemah akibat krisis ekonomi dan gelombang protes, aparat keamanan disebut masih memegang kendali penuh.

    Iran Siap Hadapi Konfrontasi

    Sementara itu merespon ancaman terbaru AS, seorang pejabat senior Iran mengatakan negaranya tengah bersiap menghadapi kemungkinan konfrontasi militer, sembari tetap memanfaatkan jalur diplomatik.

    Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menegaskan sikap serupa melalui unggahan di platform X. 

    Iran menyatakan siap berdialog berdasarkan rasa saling menghormati dan kepentingan bersama, tetapi memperingatkan akan membela diri lebih keras dari sebelumnya jika diprovokasi.

    Trump sendiri kembali mendesak Iran untuk duduk di meja perundingan terkait program nuklirnya. 

    Ia memperingatkan bahwa serangan AS di masa depan akan lebih parah dibandingkan kampanye pengeboman sebelumnya terhadap tiga fasilitas nuklir Iran, seraya menyebut kapal-kapal perang AS di kawasan sebagai sebuah “armada” yang sedang bergerak menuju Iran.

    (Tribunnews.com / Namira)


    Komentar
    Additional JS