10 Negara yang Mengurangi Jam Kerja Saat Ramadan, dari Uni Emirat Arab hingga Eropa - SindoNews
10 Negara yang Mengurangi Jam Kerja Saat Ramadan, dari Uni Emirat Arab hingga Eropa
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Sabtu, 21 Februari 2026 - 09:28 WIB
Di sejumlah negara mayoritas Muslim, pengurangan jam kerja diatur secara resmi dalam undang-undang ketenagakerjaan. Foto/Dok/SINDOnews.
JAKARTA - Bulan suci Ramadan disambut oleh berbagai negara di seluruh dunia, terutama negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Selain penyesuaian waktu ibadah dan aktivitas sosial, banyak negara juga menerapkan perubahan aturan jam kerja selama bulan suci ini.
Di sejumlah negara mayoritas Muslim, pengurangan jam kerja diatur secara resmi dalam undang-undang ketenagakerjaan. Sementara itu, di negara dengan populasi Muslim minoritas, kebijakan fleksibilitas jam kerja umumnya bergantung pada aturan masing-masing perusahaan.
Baca juga: 5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Berikut daftar negara yang menerapkan pengurangan jam kerja selama Ramadan, dikutip dari Times Of India, Sabtu (21/2/2026).
1. Uni Emirat Arab
Uni Emirat Arab secara resmi mewajibkan pengurangan jam kerja selama Ramadan untuk sektor publik dan swasta.
Biasanya jam kerja dipersingkat dua jam dari jadwal normal.
Aturan ini berlaku bagi seluruh karyawan, termasuk non-Muslim, sebagai bagian dari regulasi nasional selama bulan puasa.
Baca juga: Selama Ramadan 2026, Sekolah Diminta Tidak Membebani Murid dengan PR Berlebihan
2. Arab Saudi
Arab Saudi menetapkan jam kerja lebih singkat bagi pegawai sektor publik selama Ramadan.
Instansi pemerintah beroperasi dengan durasi kerja yang dikurangi, sementara sektor swasta menyesuaikan aturan sesuai regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.
3. Qatar
Di Qatar, pegawai negeri biasanya bekerja sekitar lima jam per hari selama Ramadan.
Ketentuan ini diatur dalam undang-undang ketenagakerjaan negara tersebut, dan sektor swasta mengikuti pedoman yang sama.
4. Kuwait
Kuwait memberlakukan pengurangan jam kerja bagi pegawai pemerintah selama bulan suci.
Kebijakan ini merupakan praktik tahunan yang telah diatur secara resmi.
5. Bahrain
Bahrain juga menerapkan jam kerja yang lebih pendek untuk sektor publik selama Ramadan, mengikuti regulasi pemerintah yang berlaku setiap tahun.
6. Oman
Oman termasuk negara yang secara resmi mengurangi jam kerja pegawai pemerintah selama Ramadan sesuai dengan regulasi ketenagakerjaan nasional.
7. India
India tidak memiliki kebijakan nasional yang mewajibkan pengurangan jam kerja selama Ramadan.
Namun, beberapa kantor atau institusi di wilayah dengan populasi Muslim besar dapat memberikan fleksibilitas jadwal secara internal.
8. Amerika Serikat dan Kanada
Di Amerika Serikat dan Kanada, tidak ada kebijakan nasional terkait pengurangan jam kerja selama Ramadan.
Namun, beberapa perusahaan menawarkan jam kerja fleksibel, opsi bekerja dari rumah, atau menyediakan ruang untuk salat.
9. Britania Raya dan Jerman
Di Britania Raya dan Jerman, sejumlah perusahaan mengizinkan karyawan Muslim menyesuaikan jadwal kerja selama Ramadan.
Banyak perusahaan multinasional juga mempromosikan inisiatif keberagaman dan inklusi.
10. Prancis
Prancis menerapkan kebijakan sekularisme yang ketat sehingga Ramadan bukan hari libur nasional.
Meski demikian, beberapa tempat kerja menawarkan tambahan waktu istirahat saat berbuka puasa atau melakukan penyesuaian terbatas.
Kebijakan pengurangan jam kerja selama Ramadan menjadi bentuk dukungan terhadap umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa, baik melalui regulasi resmi pemerintah maupun kebijakan internal perusahaan di berbagai ne
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
