0
News
    Home Berita Featured Masjid Nabawi Masjidil Haram Romadhon Sholat Tarawih Spesial

    Arab Saudi Tetapkan Shalat Tarawih 10 Rakaat di Masjidil Haram dan Nabawi - Okezone

    3 min read

    Arab Saudi Tetapkan Shalat Tarawih 10 Rakaat di Masjidil Haram dan Nabawi



    JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi melalui General Presidency for the Affairs of the Two Holy Mosques memastikan, bahwa pelaksanaan shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selama Ramadhan akan tetap dilakukan dengan format 10 rakaat, ditambah 3 rakaat shalat Witir.

    Ketetapan ini diambil untuk mempertahankan tata cara ibadah yang telah dijalankan secara turun-temurun di dua masjid suci umat Islam tersebut. Format 10 rakaat Tarawih dan 3 rakaat Witir dinilai sebagai bagian dari tradisi utama yang terus dijaga demi keseragaman pelaksanaan ibadah di tengah jemaah dari berbagai negara.

    Pelaksanaan shalat Tarawih akan dilakukan dalam lima kali salam (taslim) dan ditutup dengan salam terakhir dari shalat Witir. 

    Menurut laporan The Islamic Information yang dikutip Senin (2/2/2026), pola ini dianggap paling sesuai dengan praktik ibadah yang telah lama berlaku di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

    Otoritas Arab Saudi juga memastikan bahwa rangkaian shalat Tarawih akan disiarkan secara langsung ke seluruh dunia. Langkah ini memungkinkan jutaan umat Islam di berbagai negara tetap dapat merasakan kekhusyukan ibadah Ramadhan di Tanah Suci secara virtual.

     

    Sementara itu, jadwal pelaksanaan Tarawih serta daftar imam yang akan memimpin shalat di kedua masjid suci akan diumumkan secara resmi oleh Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci menjelang dimulainya bulan Ramadhan.

    Berdasarkan perhitungan astronomi, awal Ramadhan 1447 Hijriah di Arab Saudi diperkirakan jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026, bergantung pada hasil pemantauan hilal. Bulan suci ini diprediksi berlangsung selama 30 hari, sehingga Idulfitri kemungkinan dirayakan pada kisaran 19 hingga 21 Maret 2026.

    Selama Ramadhan, durasi puasa di Arab Saudi diperkirakan berlangsung sekitar 12 hingga 13 jam. Kondisi ini dinilai relatif nyaman bagi jemaah karena Ramadhan 1447 H bertepatan dengan masa peralihan dari musim dingin ke musim semi, yang cenderung bersuhu sejuk.

    (Awaludin)


    Komentar
    Additional JS