0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Israel Spesial

    AS dan Israel Serang Iran, Harga Minyak Terancam Melonjak - Republika

    7 min read

    AS dan Israel Serang Iran, Harga Minyak Terancam Melonjak | Republika Online

    Analis memperkirakan premi risiko perang mendorong harga minyak naik tajam.

    Asap mengepul di pusat Teheran setelah serangan Israel, 28 Februari 2026. Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026 mendahului AS yang lebih dulu mengancam.

    EPA/ABEDIN TAHERKENAREH Asap mengepul di pusat Teheran setelah serangan Israel, 28 Februari 2026. Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026 mendahului AS yang lebih dulu mengancam.

    REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Pasar energi global diperkirakan mengalami volatilitas signifikan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan gelombang serangan militer terkoordinasi ke sejumlah wilayah di Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat. Serangan tersebut menargetkan sejumlah tempat termasuk ibu kota Teheran, dan menandai eskalasi besar dalam konflik kawasan yang telah berlangsung berbulan-bulan.

    Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengonfirmasi adanya “serangan pendahuluan” (preemptive strike). Pemerintah Israel juga menetapkan status darurat nasional. Pejabat Amerika Serikat menyebut operasi tersebut “bukan serangan kecil” karena melibatkan pesawat tempur dari pangkalan regional serta kapal induk.

    Ledakan dilaporkan terjadi di Isfahan, Qom, dan Karaj. Saksi mata di Teheran menyebutkan terlihat kepulan asap tebal dari distrik yang menjadi lokasi gedung-gedung pemerintahan.

    Harga Minyak Berpotensi Melonjak

    Dikutip dari Oilprice.com, harga minyak mentah telah merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir seiring meningkatnya ketegangan geopolitik. Aksi militer terbaru ini diperkirakan akan mendorong harga lebih tinggi.

    Pada Jumat (27/2/2026) sebelumnya, harga minyak mentah telah naik lebih dari 2 persen setelah pertemuan antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss gagal menghasilkan kemajuan berarti.

    Serangan terjadi di tengah situasi domestik Iran yang disebut tengah mengalami ketidakstabilan serius. Kelompok hak asasi manusia memperkirakan lebih dari 5.000 demonstran tewas dalam tindakan keras pemerintah baru-baru ini.

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut program nuklir Iran serta perlakuan terhadap demonstran sebagai alasan serangan tersebut.

    Berita Terkait

    Khamenei dan Pezeshkian Dikabarkan Dalam Kondisi Aman dan Terlindungi

    Dunia - 28 February 2026, 16:21

    BREAKING NEWS: Ledakan Terdengar di Bahrain, Qatar Tutup Ruang Udaranya

    Internasional - 28 February 2026, 16:14

    Sebelum Diserang Israel, Iran Sudah Genjot Ekspor Minyaknya ke Luar Negeri

    Energi - 28 February 2026, 16:12

    Trump ke Garda Revolusi Iran: Letakan Senjata Kalian atau Hadapi Kematian!

    Internasional - 28 February 2026, 16:05

    Rudal Balasan Iran Mulai Meluncur ke Tel Aviv

    Internasional - 28 February 2026, 15:38

    Komentar
    Additional JS