Asosiasi Komponen Otomotif Minta Pemerintah Batasi Impor Kendaraan dari India oleh Agrinas - Tribunnews
Asosiasi Komponen Otomotif Minta Pemerintah Batasi Impor Kendaraan dari India oleh Agrinas
PIKKO memita agar impor kendaraan dari India dibatasi maksimal 50 persen dari total kebutuhan dan sisanya dipenuhi oleh industri otomotif lokal.
Ringkasan Berita:
- Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) meminta pemerintah membatasi impor kendaraan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara demi menjaga kesinambungan industri otomotif dan komponen otomotif lokal.
- PIKKO memita agar impor kendaraan dari India dibatasi maksimal 50 persen dari total kebutuhan dan sisanya dipenuhi oleh industri otomotif lokal.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) menyatakan kekecewaannya terhadap rencana Pemerintah mengimpor 105.000 unit pikap dn truk dari India karena berpotensi mengganggu ekosistem industri otomotif nasional.
Ketua PIKKO Rosalina Faried mengatakan, pihaknya memahami kebutuhan kendaraan sangat mendesak untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih.
Tetapi pengadaannya tidak harus dengan 100 persen mengimpor kendaraan dari India, mengingat kemampuan industri otomotif dan komponen otomotif dalam negeri sudah sangat mumpuni untuk memasoknya.
"Kami khawatir hal tersebut membuat dampak ekonomi tidak bagus terhadap keberlangsungan ekosistem industri otomotif," tutur Rosalina, Jumat (20/2/2026).
Direktur Jenderal IKMA Kementerian Perindustrian Reni Yanita menyatakan, PIKKO merupakan bagian penting dari rantai pasok industri kendaraan bermotor nasional dan mendukung penuh program pemerintah dalam pengadaan sarana transportasi distribusi pangan melalui KDKMP.
Terkait informasi rencana impor kendaraan operasional KDKMP oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, PIKKO telah menyampaikan kekecewaannya kepada Kemenperin.
Dengan tingkat utilisasi produksi anggota yang saat ini masih berada di kisaran 60-70 persen, impor kendaraan utuh dinilai akan berdampak luas, tidak hanya pada pabrikan, tetapi juga terhadap sekitar 6.000 tenaga kerja di sepanjang rantai pasok industri komponen otomotif.
Menurut Reni, apabila kebutuhan kendaraan operasional dipenuhi melalui produksi dalam negeri, maka nilai tambah ekonomi, peningkatan pendapatan pajak dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh Indonesia.
Baca juga: Agrinas Borong 105.000 Unit Truk & Pikap dari Tata Motors dan Mahindra
"Dengan rencana impor 105.000 unit kendaraan operasional ini harusnya menjadi ceruk bisnis yang dapat diambil industri komponen otomotif lokal, dengan sinergi yang baik, anggota PIKKO dalam hal ini mampu membuat kendaraan operasional tersebut dengan waktu 1-2 tahun dengan kapasitas 5.000-10.000 unit per tahun," terang Reni.
Di tengah kondisi industri otomotif nasional yang masih lesu, PIKKO berharap pemerintah melalui Kementerian Perindustrian dapat membatasi jumlah kendaraan yang diimpor, tidak 100 persen dari total kebutuhan.
Baca juga: Agrinas Impor 105.000 Unit Kendaraan dari India Saat Pasar Domestik Lesu, Begini Tanggapan Fuso
Mereka meminta agar impor dibatasi maksimal 50 persen dari total kebutuhan agar memberikan kesempatan kepada produsen lokal kendaraan bermotor menjadi pemasok kebutuhan kendaraan operasional KDKMP.
Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) merupakan asosiasi manufaktur IKM komponen otomotif binaan Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA).
Asosiasi ini berdiri sejak 13 tahun lalu dan beranggotakan 110 IKM yang memproduksi komponen berbahan dasar metal, plastic rubber, nonwoven insulation, carpet hingga mould and dies sebagai Tier 2 dan Tier 3.
Baca juga: Keputusan Agrinas Impor 105.000 Unit Pikap dan Truk Mendistorsi Pasar Domestik
Anggota PIKKO telah menjadi bagian dari ekosistem Original Equipment Manufacturer (OEM) dan Tier 1 untuk kendaraan roda dua maupun roda empat atau lebih.
Salah satu contoh kolaborasi Kemenperin dan PIKKO tercermin pada peluncuran Alat Mekanis Multiguna Perdesaan (AMMDes) tahun 2018 di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS).
Kendaraan tersebut diproduksi oleh PT Velasto Indonesia, anak perusahaan PT Astra Otoparts Tbk, yang kini menjadi PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia, dengan melibatkan IKM komponen otomotif binaan Ditjen IKMA, termasuk PIKKO dan IKM Tegal.