0
News
    Home Badan Gizi Nasional Berita Featured Keracunan Kesehatan Makan Bergizi Gratis Spesial

    BGN Pastikan Keracunan di Purworejo Tak Terkait Program Makan Bergizi - Kompas

    6 min read

     

    BGN Pastikan Keracunan di Purworejo Tak Terkait Program Makan Bergizi


    Debrinata Rizky,
    Sakina Rakhma Diah Setiawan

    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan kejadian puluhan warga yang mengalami gejala keracunan makanan di Desa Trirejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tidak berkaitan dengan Program Makan Bergizi (MBG).

    Kepala Regional SPPI Jawa Tengah, Reza Mahendra, menegaskan kejadian tersebut tidak berasal dari dapur atau fasilitas yang terkait dengan Program Makan Bergizi.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    “Kami telah melakukan penelusuran dan memastikan bahwa peristiwa ini tidak berasal dari SPPG milik BGN. Kegiatan tersebut merupakan acara kenduri masyarakat dengan konsumsi dari katering yang dipesan secara mandiri,” ujar Reza, Selasa (17/2/2026).

    Baca juga: Kepala SPPG Diminta Awasi MBG Sampai Distribusi, BGN Siap Suspend Mitra

    Menurut Reza, sejumlah warga yang mengalami gejala langsung mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

    Trump Wanti-wanti Iran, Tanggung Akibat Jika Tak Sepakati Perundingan

    Tenaga kesehatan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo melakukan pemeriksaan dan pemantauan kondisi warga, serta mengidentifikasi kemungkinan sumber makanan yang menyebabkan gangguan kesehatan tersebut.

    Sebagian warga menjalani perawatan, sementara puluhan lainnya telah diperiksa dan dilaporkan dalam kondisi membaik.

    Reza menambahkan, hal ini penting untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat, khususnya yang mengaitkan kejadian tersebut dengan Program Makan Bergizi Gratis.

    Baca juga: Wajibkan Dapur MBG Serap Sayur Binaan Lapas, BGN: Tolak, Kami Tutup

    Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    “Kami mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan agar penyebab kejadian ini dapat dipastikan secara ilmiah dan transparan,” jelasnya.

    BGN juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan akurasi dalam menyampaikan informasi kepada publik.

    Menurutnya, penyampaian informasi yang tepat dan berbasis fakta penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program-program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

    Baca juga: Kepala BGN Klaim Program MBG Mengerek Nilai Tukar Petani

    BGN menegaskan komitmennya untuk terus memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar keamanan pangan dan tidak terkait dengan kejadian yang terjadi di luar lingkup operasional program tersebut.

    Peristiwa keracunan makanan

    Adapun sebelumnya, peristiwa tersebut terjadi setelah warga mengonsumsi makanan dari katering dalam acara kenduri atau selamatan Ruwahan yang diselenggarakan secara mandiri oleh masyarakat.

    Berdasarkan kronologi awal, makanan yang dikonsumsi warga berupa nasi kotak yang dipesan dari katering RM H. Dargo Purworejo.

    Menu yang disajikan meliputi nasi putih, sambal goreng tempe, sambal goreng ampela ati, perkedel kentang, ayam goreng, serta telur puyuh.

    Baca juga: BGN: Pengawas Wajib Periksa Bahan Baku Sebelum Masak MBG

    Sehari setelah acara yang berlangsung pada Minggu (15/2/2026), sejumlah warga mulai mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, dan pusing.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS