Data Terkini Korban Banjir Bandang Sumut-Aceh-Sumbar: 1.205 Meninggal, 339 Masih Hilang - Liputan6
Data Terkini Korban Banjir Bandang Sumut-Aceh-Sumbar: 1.205 Meninggal, 339 Masih Hilang
Untuk data korban meninggal rinciannya, 267 orang di wilayah Sumatra Barat, 376 di wilayah Sumatra Utara, dan 562 di wilayah Aceh.
- Berapa total korban meninggal dan hilang akibat bencana banjir Sumatra?
- Siapa yang memaparkan data terkini korban bencana banjir Sumatra?
- Wilayah mana saja yang terdampak paling parah oleh banjir Sumatra?
Liputan6.com, Jakarta - Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatra, Tito Karnavian memaparkan data terkini korban bencana banjir Sumatera yang melanda Sumatera Utara, Aceh dan Sumatera Barat. Data terbaru, 1.205 orang meninggal dunia dan 339 orang masih dinyatakan hilang.
Tito memaparkan data tersebut saat rapat antara pemerintah dengan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2). Untuk data korban meninggal rinciannya, 267 orang di wilayah Sumatra Barat, 376 di wilayah Sumatra Utara, dan 562 di wilayah Aceh.
Sedangkan rincian data orang yang masih dinyatakan hilang antara lain, 70 orang di wilayah Sumatra Barat, 40 orang di wilayah Sumatra Utara, dan 29 orang di wilayah Aceh.
Tito menuturkan, banjir Sumatra melanda di 52 Kabupaten/Kota. Sebanyak 491 kecamatan, 4.511 desa terdampak.
“Kerusakan rumah baik ringan, sedang maupun yang hilang sesuai data," kata Tito dalam rapat.
Fasilitas pendidikan mengalami kerusakan. Begitu pula fasilitas kesehatan, infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak maupun roboh, hingga fasilitas ibadah baik masjid maupun gereja.
“Sebanyak 267 orang dinyatakan meninggal di kawasan Sumatra Barat (Sumbar) dan 70 orang menghilang. Di wilayah itu, ada 16 dari 19 Kabupaten terdampak serta 125 kecamatan.”
Tito memaparkan data korban bencana di Sumut. “Wafat 376 orang, yang hilang 40 orang. Pengungsi yang semula 53.523 itu ada 850 lagi di satu tempat lagi di tapteng," sebut Tito.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) ini melanjutkan, kurang lebih 30.000 rumah rusak baik ringan, sedang maupun berat. Di Sumut, 33 Kabupaten/Kota yang ada, 18 terdampak.
Jumlah Pengungsi
Khusus di wilayah Aceh, Tito menyebut ada 18 Kabupaten/Kota yang terdampak. Sebanyak 203 Kecamatan dan 3.046 desa terdampak.
"Kemudian di Aceh, yang wafat 562 orang, yang hilang 29 ornag dan pengungsi semula 1,4 juta sekarang 12.144 yang ada di tenda. Kerusakan rumah 262.258 dibagi klasifikasi rumah ringan, sedang dan berat," sebutnya.
Selanjutnya, untuk jumlah korban pengungsi yang berada di Aceh sebanyak 12.144. Dari jumlah tersebut, pengungsi paling banyak berada di Aceh Utara yaitu 5.197. Kemudian Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, Bireun, Gayo Lues, Lhokseumawe, dan Nagan Raya.
"Untuk Sumut 850 yang masih mengungsi di tenda. Seperti diketahui beberapa waktu yang lalu di Tapteng terjadi banjir lagi dan dari 18 Kabupaten/Kota yang tinggal di tenda sebanyak 850," paparnya.
"Sumbar pengungsi dalam catatan kami dan kami cek seluruh kepala daerah itu nol, tidak ada lagi yang tingal di tenda," tutupnya.
Reporter: Nur Habibie/merdeka.com