Dikira Street Food, Turis-turis Pesan Makan di Rumah Duka -
Dikira Street Food, Turis-turis Pesan Makan di Rumah Duka
Sebuah keluarga sedang berduka. Saat jamuan makan dilakukan, mereka mendapati sekelompok turis yang mengira bahwa tempat itu adalah rumah makan.
Insiden ini terjadi di Distrik Khanom di Provinsi Nakhon Si Thammarat, Thailand selatan. Kejadian terekam dan dibagikan lewat sebuah video oleh Charantorn Chareomkiad, anggota keluarga almarhum pada 31 Januari, seperti dikutip dari Thairath Online, Kamis (5/2/2026).
Awalnya, dua orang turis terlihat duduk di sebuah meja bundar yang disiapkan untuk tamu pemakaman. Sementara itu, seorang wanita Thailand bertugas untuk menyajikan minuman kepada mereka.
Setelah diberitahu bahwa itu bukan tempat makan, mereka tampak terkejut dan meminta maaf. Namun, dengan sopan mereka bertanya apakah mereka boleh tetap tinggal di sana.
Tuan rumah setuju dan kemudian menawarkan makanan dan minuman kepada mereka, termasuk teh es Thailand dan kue-kue tradisional.
Charantorn yang merekam adegan tersebut, terdengar bercanda di latar belakang: "Hei, mari kita tanya mereka. Apakah mereka mengira ini prasmanan?"
Kemudian ia tertawa dan membiarkan anggota keluarganya melanjutkan menyajikan makanan kepada para turis itu.
Keluarga almarhum menyajikan makanan dan minuman kepada pelayat dan mereka yang menghadiri pemakaman adalah praktik adat di Thailand. Hal itu dimaksudkan sebagai isyarat penghargaan kepada para tamu dan cara untuk berbuat kebajikan atas nama almarhum, lapor situs berita The Thaiger.
Entah kenapa, kesalahpahaman itu terjadi kembali keesokan harinya. Tiga bersaudara dari Belanda memasuki tempat pemakaman yang sama dan meminta untuk memesan minuman dan koktail beku. Mereka salah mengira tempat itu sebagai tempat makan karena ada banyak orang duduk di meja yang sudah disediakan.
Tuan rumah kemudian menjelaskan dengan sopan bahwa tempat yang mereka datangi adalah rumah duka. Sekali lagi, sang tuan rumah menyambut turis-turis itu dengan memberi mereka lima piring dan mangkuk makanan, termasuk kari.
Dalam video kedua di Facebook yang diunggah oleh Bapak Charantorn pada hari Senin (2/2/2026), ia menjelaskannya lewat keterangan yang berbunyi: "Orang asing datang lagi, haha. Ini pemakaman! Mereka bertanya kepada kami apakah ini restoran atau bukan. Pokoknya, kami menyajikan makanan untuk mereka. Mereka terkejut dan senang."
Pengguna online yang melihat video tersebut menganggapnya lucu dan mengatakan bahwa itu mencerminkan keramahan dan semangat komunitas Thailand.