0
News
    Home Berita Emas Featured Spesial tembaga

    Harta Karun Emas dan Tembaga Ditemukan di Indonesia, Cadangannya Mengejutkan - Merdeka

    7 min read

     

    Harta Karun Emas dan Tembaga Ditemukan di Indonesia, Cadangannya Mengejutkan

    Tambang Kucing Liar diperkirakan dapat memproduksi sekitar 750 juta pon tembaga dan 735 ribu ons emas setiap tahunnya.

    Area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) PT Freeport Indonesia. Pada 2024 PTFI berhasil memproduksi tembaga 1,8 miliar pound serta 1,86 juta ounces emas. Foto: PTFI
    Area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) PT Freeport Indonesia. Pada 2024 PTFI berhasil memproduksi tembaga 1,8 miliar pound serta 1,86 juta ounces emas. Foto: PTFI (© 2026 Liputan6.com)

    PT Freeport Indonesia, yang merupakan bagian dari Grup MIND ID, akan semakin meningkatkan kontribusinya terhadap Indonesia. Proyek tambang bawah tanah terbaru yang dikenal dengan nama Kucing Liar ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas produksi, yang akan berdampak positif pada pendapatan perusahaan serta kontribusinya kepada negara.

    Proyek ini diperkirakan dapat memproduksi rata-rata 750 juta pon tembaga dan 735 ribu ons emas setiap tahunnya, yang menunjukkan peningkatan lebih dari 35% dibandingkan dengan estimasi sebelumnya. Dalam laporan terbaru dari Freeport-McMoRan (FCX), Proyek Kucing Liar yang mulai dikembangkan pada tahun 2022 berpeluang untuk meningkatkan kapasitas produksi dari 90.000 ton menjadi 130.000 ton bijih per hari.

    Dengan demikian, cadangan mineral PT Freeport Indonesia yang merupakan anggota Grup MIND ID ini diperkirakan akan meningkat sebesar 20%, dengan total cadangan mencapai 8 miliar pon tembaga dan 8 juta ons emas, serta umur tambang yang diproyeksikan hingga tahun 2041. Ketua Indonesia Mining Institute (IMI), Irwandi Arif, menilai pertumbuhan cadangan mineral ini sebagai indikasi positif bagi masa depan industri tambang di Papua.

    "Jika cadangan tembaga bertambah, otomatis cadangan emas dan perak juga ikut meningkat. Cadangan adalah nyawa bagi suatu tambang, dan peluang pengembangannya semakin menjanjikan," ungkap Irwandi. Laporan FCX juga menyatakan bahwa PTFI membutuhkan tambahan investasi sekitar USD 0,5 miliar, yang merupakan peningkatan 10% dari rencana sebelumnya, untuk mempercepat pengembangan tambang bawah tanah ini.

    Proyek Kucing Liar diperkirakan akan menjadi tambang keempat yang dioperasikan oleh PTFI di kawasan Grasberg, setelah Grasberg Block Cave, Deep Mill Level Zone (DMLZ), dan Big Gossan. Kebutuhan belanja modal (capex) untuk proyek ini diperkirakan mencapai USD 500 juta per tahun selama periode pembangunan yang berlangsung antara tujuh hingga delapan tahun ke depan.

    Selain memberikan dampak yang signifikan terhadap pendapatan Grup MIND ID, proyek strategis ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi Papua melalui penciptaan lapangan kerja, aktivitas ekonomi lokal, serta peningkatan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

    Perpanjangan Izin Tambang

    Area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) PT Freeport Indonesia. Pada 2024 PTFI berhasil memproduksi tembaga 1,8 miliar pound serta 1,86 juta ounces emas. Foto: PTFI
    Area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) PT Freeport Indonesia. Pada 2024 PTFI berhasil memproduksi tembaga 1,8 miliar pound serta 1,86 juta ounces emas. Foto: PTFI © 2026 Liputan6.com

    Sebelumnya, Freeport-McMoRan Inc. (FCX) mengumumkan rencananya untuk mengajukan perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) PT Freeport Indonesia (PTFI) pada tahun 2026.

    Proses pengajuan ini akan dilakukan setelah perusahaan menyelesaikan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) yang dijadwalkan rampung pada tahun 2025. FCX menyatakan, "Dengan rampungnya fasilitas pengolahan hilir (smelter) PTFI pada 2025, FCX dan PTFI melanjutkan diskusi dengan pemerintah Indonesia untuk perpanjangan hak operasi," seperti yang tercantum dalam laporan kinerja yang dirilis, dikutip dari Antara pada Jumat (23/1/2026).

    Saat ini, Freeport memegang IUPK yang berlaku hingga tahun 2041. Untuk memastikan kelangsungan operasional tambang berskala besar setelah masa izin tersebut, perpanjangan izin menjadi langkah strategis yang direncanakan oleh perusahaan.

    FCX menambahkan, "PTFI mempersiapkan permohonan perpanjangan izin yang diharapkan mencakup masa pakai sumber daya, (permohonan) akan diajukan pada 2026." Dengan demikian, pengajuan perpanjangan IUPK ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang Freeport untuk menjaga kesinambungan produksi mineral di Indonesia, sekaligus mendukung komitmen hilirisasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui pembangunan smelter.

    Menjaga Kepemilikan Saham

    Area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) PT Freeport Indonesia. Pada 2024 PTFI berhasil memproduksi tembaga 1,8 miliar pound serta 1,86 juta ounces emas. Foto: PTFI
    Area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) PT Freeport Indonesia. Pada 2024 PTFI berhasil memproduksi tembaga 1,8 miliar pound serta 1,86 juta ounces emas. Foto: PTFI © 2026 Liputan6.com

    Sejalan dengan rencana untuk memperpanjang izin, PT Freeport Indonesia telah menyiapkan beberapa langkah lanjutan. Perusahaan ini berencana untuk melakukan eksplorasi tambahan, memulai studi pengembangan lebih lanjut, dan memperluas berbagai program sosial di sekitar area operasi tambangnya.

    Dalam laporan yang sama, FCX juga menegaskan niatnya untuk mempertahankan kepemilikan saham di PTFI. "FCX berharap mempertahankan kepemilikan sahamnya sebesar 49 persen (terhadap PTFI) hingga 2041 dan akan melepas saham PTFI untuk BUMN pada awal 2042," ungkap FCX.

    Dengan rencana ini, diperkirakan bahwa porsi kepemilikan saham FCX di PTFI akan berkurang menjadi sekitar 37 persen setelah tahun 2041. Saat ini, mayoritas saham PTFI dimiliki oleh Indonesia melalui holding BUMN di sektor pertambangan.

    Sebelumnya, pemerintah telah mengungkapkan rencana untuk memperpanjang kontrak izin tambang PT Freeport Indonesia selama 20 tahun hingga tahun 2061. Perpanjangan ini akan melampaui kontrak yang ada saat ini yang berakhir pada tahun 2041. Langkah ini diambil berdasarkan proyeksi bahwa cadangan dan produksi mineral Freeport akan mencapai puncaknya pada tahun 2035.


    Komentar
    Additional JS