Iran Surati Sekjen PBB: Seluruh Pangkalan AS di Timur Tengah Jadi Target Sah! - SindoNews
Iran Surati Sekjen PBB: Seluruh Pangkalan AS di Timur Tengah Jadi Target Sah!
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Jum'at, 20 Februari 2026 - 08:39 WIB
Iran surati Sekjen PBB Antonio Guterres berisi protes atas ancaman invasi AS. Iran menyatakan seluruh pangkalan AS di Timur Tengah akan jadi target sah. Foto/NewsNation
TEHERAN - Iran telah mengirim surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres, menyampaikan protes atas ancaman invasi militer Amerika Serikat (AS). Teheran menyatakan bahwa mereka akan merespons dengan tegas dan proporsional setiap agresi militer asing.
AS dan Iran saat ini berada dalam kebuntuan yang tegang di Timur Tengah, dengan Washington menuntut Teheran untuk segera mencapai kesepakatan tentang program nuklirnya.
Baca Juga: 7 Hal yang Akan Terjadi Jika Iran Tenggelamkan Kapal Induk AS
Surat yang dikirim Misi Iran untuk PBB itu memperingatkan, "Seluruh pangkalan, fasilitas, dan aset kekuatan musuh di kawasan ini akan menjadi target yang sah”—merujuk pada pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Menurut Teheran, tindakannya akan dianggap sebagai respons defensif berdasarkan hukum internasional.
"AS akan memikul tanggung jawab penuh dan langsung atas setiap konsekuensi yang tidak terduga dan tidak terkendali yang timbul dari tindakannya," lanjut surat tersebut, seperti dikutip dari The National, Jumat (20/2/2026).
Iran mengutip unggahan media sosial Presiden AS Donald Trump pada 18 Februari yang berisi ancaman penggunaan kekuatan jika Iran gagal mencapai kesepakatan dengan Washington.
Misi Iran mengatakan referensi tentang kemungkinan penggunaan pangkalan militer, termasuk Diego Garcia di Kepulauan Chagos dan pangkalan RAF Fairford di Inggris, merupakan eskalasi yang serius.
“Mengingat situasi yang bergejolak di kawasan itu dan pergerakan serta penumpukan peralatan dan aset militer yang terus-menerus oleh Amerika Serikat, pernyataan yang agresif seperti itu tidak boleh dianggap sebagai retorika belaka,” imbuh surat tersebut, memperingatkan risiko nyata agresi militer dengan konsekuensi yang dapat berakibat bencana bagi stabilitas regional.
Iran menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB dan Guterres untuk bertindak “tanpa penundaan”, mendesak mereka untuk mencegah ancaman kekuatan menjadi “dinormalisasi” sebagai alat kebijakan luar negeri.
Penumpukan Militer AS di Timur Tengah
Sementara itu, persiapan militer AS telah meningkat. Menurut laporan Washington Post, pemerintahan Trump tampaknya siap untuk melancarkan serangan militer yang berkepanjangan terhadap Iran.
Trump mengatakan dia yakin 10 hingga 15 hari akan menjadi waktu yang cukup bagi Iran untuk mencapai kesepakatan dengan Washington.
Namun, negosiasi tetap buntu. Iran menolak untuk membahas tuntutan AS dan Israel yang lebih luas agar Teheran membatasi program rudal balistiknya dan memutuskan hubungan dengan kelompok-kelompok bersenjata sekutunya di seluruh wilayah Timur Tengah.
Wall Street Journal melaporkan bahwa Trump sedang mempertimbangkan serangan terbatas awal terhadap target militer dan pemerintah untuk memaksa Iran memenuhi tuntutannya untuk kesepakatan nuklir. Serangan tersebut dirancang untuk menekan Teheran tetapi tidak akan sampai pada serangan skala penuh yang dapat memicu pembalasan besar.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

Perbandingan Pangkalan Militer AS vs China di Dunia