Israel Masih Serang Gaza Usai Gabung Dewan Perdamaian, 32 Orang Tewas -Kompas
GAZA, KOMPAS.com - Serangan udara Israel pada Sabtu (31/1/2026) menewaskan 32 orang, termasuk anak-anak di Gaza.
Serangan itu terjadi beberapa hari setelah Israel resmi bergabung Dewan Perdamaian Gaza buatan Presiden AS, Donald Trump.
Militer Israel mengeklaim, serangan itu dilakukan sebagai tanggapan atas pelanggaran gencatan senjata Hamas.
Meskipun gencatan senjata yang dimediasi AS memasuki fase kedua awal bulan ini, kekerasan di wilayah Palestina terus berlanjut.
Israel dan Hamas pun saling menuduh melanggar perjanjian tersebut.
Baca juga: Ironi di Gaza, Kelompok Bersenjata Pakai Senjata Buatan Israel untuk Habisi Hamas
Serangan terbaru ini terjadi setelah Israel mengumumkan akan membuka kembali penyeberangan Rafah yang penting antara Gaza dan Mesir pada Minggu (1/2/2026) secara terbatas.
"Jumlah korban tewas sejak Subuh hari ini telah meningkat menjadi 32 orang, sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan," kata juru bicara badan pertahanan sipil, Mahmud Bassal, dikutip dari AFP, Sabtu.
"Apartemen tempat tinggal, tenda, tempat penampungan, dan kantor polisi menjadi sasaran, yang mengakibatkan bencana kemanusiaan ini," sambungnya.
Sebuah unit di gedung apartemen di lingkungan Rimal, Kota Gaza, hancur total.
Baca juga: Hamas Siap Serahkan Kekuasaan Gaza ke Komite Palestina
"Tiga gadis meninggal saat sedang tidur. Kami menemukan jasad mereka di jalan," kata Samer al-Atbash, seorang kerabat keluarga.
"Gencatan senjata apa yang kau bicarakan? Semua orang saling menipu," tambah Nael al-Atbash, kerabat lainnya.
Salah satu serangan menghantam kantor polisi di distrik Sheikh Radwan di Kota Gaza, pusat kota terbesar di wilayah tersebut.
Direktorat Jenderal Kepolisian Gaza mengatakan, tujuh orang tewas dalam serangan itu, termasuk empat petugas polisi wanita.
"Korban tewas termasuk petugas dan personel kepolisian serta warga sipil yang berada di kantor polisi pada saat itu," kata direktorat tersebut.
Baca juga: Mayoritas Negara Anggota Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump Justru Dibatasi Masuk AS
Menurut laporan seorang jurnalis AFP, sekitar selusin petugas penyelamat bergegas ke gedung yang hancur dan menarik jenazah dari reruntuhan.
Serangan Israel lainnya menghantam sebuah tempat perlindungan di Al-Mawasi, wilayah di Gaza selatan tempat puluhan ribu pengungsi Gaza tinggal di tenda-tenda dan tempat penampungan darurat.
Kepulan asap besar membubung di atas ribuan tenda yang didirikan berdekatan.
Meskipun hampir setiap hari terjadi kematian di Gaza sejak dimulainya gencatan senjata pada 10 Oktober, jumlah korban pada hari Sabtu sangat tinggi.
Baca juga: Mayoritas Negara Anggota Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump Justru Dibatasi Masuk AS
Israel tuding adanya pelanggaran gencatan senjata
Militer Israel menyatakan, serangan udara tersebut merupakan pembalasan atas insiden pada hari Jumat di mana delapan warga Palestina keluar dari terowongan di kota Rafah yang menurut mereka melanggar gencatan senjata.
Disebutkan bahwa militer menyerang empat komandan serta pasukan tambahan dari Hamas dan Jihad Islam di seluruh Jalur Gaza.
Hamas dalam sebuah pernyataan mengutuk serangan itu sebagai "kejahatan brutal".
Baca juga: Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza Saat Gencatan Senjata Berlaku
Kementerian kesehatan, yang beroperasi di bawah otoritas Hamas, mengatakan bahwa serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 509 orang di Gaza sejak gencatan senjata diberlakukan.
Militer Israel mengatakan empat tentara telah tewas dalam periode yang sama di Gaza dalam serangan yang diduga dilakukan oleh militan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang