Kabar Baik, THR ASN Bakal Dicairkan Purbaya di Awal Puasa - SindoNews
Kabar Baik, THR ASN Bakal Dicairkan Purbaya di Awal Puasa
Jum'at, 13 Februari 2026 - 23:52 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) akan mulai digulirkan pada awal bulan puasa mendatang. Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Tunjangan Hari Raya ( THR ) bagi Aparatur Sipil Negara ( ASN ) akan mulai digulirkan pada awal bulan puasa mendatang. Namun belum ada tanggal pasti kapan THR itu akan dibagikan.
"Ada pasti nanti, tapi saya enggak tahu tanggal pastinya. Yang jelas di awal-awal puasa kita harapkan sudah bisa kita salurkan," ujar Purbaya di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Purbaya menyebutkan, nominal angka THR yang akan diberikan kepada ASN akan mengikuti ketentuan yang berlaku. Ia belum spesifik menyebut besaran THR yang akan diterima ASN pada lebaran tahun 2026 ini.
Baca Juga: Bayar THR ASN dan TNI-Polri di 2026, Purbaya Siapkan Rp55 Triliun
Menkeu menjelaskan, tujuan pemberian THR di awal puasa ini diharapkan mampu mendorong konsumsi masyarakat di kuartal I 2026. Selain itu pemberian THR juga mampu mendorong masyarakat untuk melaksanakan mudik lebih awal dan bisa memecah konsentrasi kepadatan arus mudik.
Sebelumnya pemerintah berencana untuk menggelontorkan belanja negara sebesar Rp809 triliun di kuartal I 2026 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di angka 5,5 hingga 6%. Salah satu strateginya adalah mendorong konsumsi dan belanja pemerintah.
Baca Juga: Liburan Jangan Sampai Kantong Jebol, Ini 4 Tips Bijak Kelola THR Hari Natal
Anggaran Rp809 triliun ini mencakup program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp62 triliun, berbagai paket stimulus, serta belanja modal yang mendorong konsumsi dan investasi. Purbaya menekankan kebijakan fiskal tahun ini dirancang ekspansif namun tetap prudent. Defisit anggaran dijaga di kisaran 2,9% hingga 3% dari PDB.
"Jadi kita sedikit mengorbankan fiskal dalam sisi defisit dari 2,5 persen sekian ke arah 2,9 persen. Itu adalah program kontra-siklikal yang kita kerjakan untuk membalik ekonomi dari yang turun, sekarang jadi mulai naik. Tapi itu kita lakukan tanpa mengorbankan kehati-hatian fiskal," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

Bacaan Niat untuk Sahur Puasa di Bulan Suci Ramadan