Kebijakan Gentengisasi, Plt Walkot Madiun: PU Tak Boleh Bangun Pakai Atap Seng Lagi / Kompas
Kebijakan Gentengisasi, Plt Walkot Madiun: PU Tak Boleh Bangun Pakai Atap Seng Lagi
MADIUN, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun memerintahkan Dinas PUPR dan Dinas Perkim tak lagi membangun gedung pemerintah dengan atap seng.
Kebijakan itu menindaklanjuti perintah Presiden Prabowo agar rumah dan gedung di Indonesia atapnya menggunakan genteng untuk Indonesia asri.
Perintah itu disampaikan Plt Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun usai membuka forum konsultasi publik rancangan awal rkpd Kota Madiun tahun 2027 di gedung Diklat, Kamis (12/2/2026)
"Mulai besok PU tidak boleh bangun kantor atau gedung dengan atap seng. Harus menggunakan genteng sesuai perintah Presiden Prabowo," kata Bagus.
Baca juga: Dukung Gentengisasi, Pemprov Kalbar Bakal Siapkan Bahan Baku dari Sisa Produksi Bauksit
Bagus menyatakan dirinya sudah meminta Dinas PUPR dan Perkim untuk mengecek data gedung dan kantor di Kota Madiun.
Pendataan diperlukan agar mengetahui jumlah pasti gedung milik Pemkot Madiun yang beratapkan seng.
"Hari ini saya sudah minta Dinas PUPR untuk mengecek data. Karena ini program presiden untuk Indoensia Asri maka kami mempersiapkan dulu," jelas Bagus.
Baca juga: Sambut Gentengisasi, Perajin Kebumen Operasikan 4 Tobong Berkapasitas 100.000 Genteng
Bagi Bagus, apa yang menjadi program prioritas presiden pasti harus dijalankan. Terlebih dengan gentengisasi pelaku ekonomi dibawah akan bergeliat kembali.
Apalagi Kota Madiun tidak punya UMKM pembuat genteng.
"Dengan program tersebut maka akan memunculkan pelaku UMKM baru pembuat genteng," jelas Bagus.
Ketua DPW PSI Jatim ini memberikan tantangan bagi Lembaga Perwakilan Masyarakat Kelurahan (LPMK) untuk mendorong masyarakatnya membuat usaha pembuatan genteng.
Baca juga: Tindak Lanjuti Arahan Prabowo, Wali Kota Magelang Kaji Terapkan Gentengisasi di Rumah dan Kantor
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah arahan kepada para kepala daerah, salah satunya terkait gagasan proyek "gentengisasi".
Prabowo menyoroti masih banyaknya rumah, terutama di kawasan perdesaan, yang menggunakan atap seng.
Menurut dia, kondisi tersebut perlu diubah dengan mendorong penggunaan genteng sebagai atap rumah di seluruh wilayah Indonesia.
Program ini menjadi bagian dari Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dalam upaya pembersihan lingkungan dari sampah.
“Saya lihat saudara-saudara semua kota, hampir semua desa kira. Maaf ya banyak genteng dari seng," kata Prabowo dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sentul, Bogor.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang