0
News
    Home Berita Featured Makan Bergizi Gratis Mojokerto Posyandu Spesial SPPG

    Kehabisan Modal, SPPG Setop Operasional, MBG Sekolah dan Posyandu di Kota Mojokerto Mandek - Radar Mojokerto

    3 min read

     

    Kehabisan Modal, SPPG Setop Operasional, MBG Sekolah dan Posyandu di Kota Mojokerto Mandek



    OVERLOAD: Anggota Komisi III DPRD bersama Dinkes PPKB Kota Mojokerto menggelar sidak ke SPPG Wates, Kecamatan Magersari, Rabu (21/1). (dok DPRD Kota for JPRM)

     

    Terkendala Pencairan Dana dari BGN 

    KOTA - Sebagian besar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Mojokerto berhenti beroperasi mulai kemarin (2/2). Mandeknya penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut dikarenakan kehabisan modal akibat masalah pencairan dana dari Badan Gizi Nasional (BGN). 

    Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, penghentian operasional dapur dialami sebagian besar SPPG. Sejauh ini, SPPG yang beroperasi di Kota Mojokerto mencapai 10 unit. Dapur MBG yang libur salah satunya SPPG Wates di Kecamatan Magersari. 

    Melalui surat bernomor 02/II/SPPGWates/2016 tertanggal 1 Februari, SPPG yang beralamat di Jalan Karanglo Gang 1 itu memberitahukan penghentian operasional dapur sementara waktu, terhitung mulai 2 Februari kemarin. Mandeknya penyaluran MBG lantaran adanya kendala pada sistem pencairan dana dari BGN. 

    ”Selanjutnya pemberian banper (bantuan pemerintah) MBG akan normal kembali jika sistem tersebut sudah selesai dan akan diinformasikan lebih lanjut,” demikian bunyi surat yang ditandatangani kepala SPPG Wates. Surat itu disampaikan kepada seluruh penerima MBG dan Dikbud Kota Mojokerto. 

    Untuk diketahui, SPPG Wates memasak 3.997 porsi MBG per hari. Menu tersebut dibagikan untuk 20 kelompok penerima yang terdiri dari 13 sekolah dan 7 posyandu. Perwakilan Satgas MBG SPPG Wates Didik membenarkan penyaluran MBG pada awal pekan ini diliburkan karena masalah pencairan dana. Menurutnya, kondisi tersebut tak hanya terjadi di Mojokerto. ”(Ada) 46 dapur (yang berhenti sementara), bukan di Mojokerto saja,” katanya, kemarin (2/2). 

    Didik menyatakan, sebagian besar SPPG di Mojokerto juga mengalami kondisi serupa. Penyaluran MBG disetop sementara waktu karena masalah yang sama. ”Sebagian besar (SPPG) di Mojokerto libur,” imbuhnya.

    Di antara SPPG lain yang juga libur adalah SPPG Miji di Kecamatan Kranggan. Salah satu guru SMPN 8 Kota Mojokerto yang menerima MBG dari dapur tersebut juga membenarkan kondisi tersebut. ”Iya libur juga mulai hari ini (kemarin, Red),” ucap guru tersebut, kemarin (2/2). 

    Adapun SPPG di Kota Mojokerto yang terpantau masih beroperasi antara lain SPPG Kauman dan SPPG Meri. Dapur-dapur tersebut masih menginformasikan menu masakan MBG yang disalurkan kemarin. Mandeknya MBG akibat nyantolnya pencairan dana dari pusat tak sekali ini terjadi di Kota Mojokerto. Pada Desember 2025 lalu, sebagian SPPG juga kompak berhenti memasak karena kehabisan anggaran. (adi/ris)

     


    Komentar
    Additional JS