0
News
    Home Badan Gizi Nasional Berita Disabilitas Featured Kemensos Lansia Makan Bergizi Gratis Spesial

    Kemensos dan BGN Sepakat Perluas MBG untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas - Kompas TV

    4 min read

     

    Kemensos dan BGN Sepakat Perluas MBG untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas


    Foto Arsip. Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Warungkiara 2 Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyiapkan sajian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Sumber: Antara/HO/SPPG Warungkiara 2 Sukabumi)

    JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya tidak hanya dirasakan anak sekolah.

    Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) sepakat mengoptimalkan peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menjangkau lansia dan penyandang disabilitas, dua kelompok rentan yang membutuhkan dukungan gizi berkelanjutan.

    Kesepakatan ini dibahas langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Kepala BGN Dadan Hindayana, dengan tujuan memperluas cakupan penerima manfaat MBG berbasis data dan kebutuhan lapangan.

    “SPPG yang dikelola BGN di daerah nantinya tidak hanya menyiapkan makan bergizi gratis untuk anak-anak sekolah, tetapi juga melayani lansia dan penyandang disabilitas sesuai dengan data yang kami siapkan,” kata Saifullah dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (3/2) mengutip Antara.

    Baca Juga: Jelang Imlek, Sentra Parsel Cikini Ramai Pesanan, Harga Mulai Rp35 Ribu

    Penentuan penerima manfaat untuk lansia dan penyandang disabilitas akan dilakukan melalui asesmen berbasis data yang dihimpun Kemensos dan pemerintah daerah.

    Data tersebut kemudian disahkan oleh kepala daerah sebelum diserahkan kepada BGN sebagai dasar operasional pelayanan di SPPG.

    Menurut Saifullah, fokus utama program ini adalah lansia berusia di atas 75 tahun yang hidup sendirian, serta penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan akses dalam memenuhi kebutuhan gizi harian.

    Kelompok ini dinilai membutuhkan intervensi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

    Selain memperluas fungsi dapur SPPG, pelaksanaan MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas juga akan diperkuat melalui penyediaan tenaga pendamping atau caregiver.

    Para pendamping ini akan dilatih secara bertahap untuk memastikan distribusi makanan berjalan tepat sasaran sekaligus memberikan pendampingan di lapangan.

    Dalam pembagian peran, BGN bertanggung jawab atas penyediaan makanan dan pengelolaan anggaran, sementara Kemensos menyiapkan petugas lapangan, sistem distribusi, serta pendampingan bagi penerima manfaat.

    Baca Juga: Polda Metro Jaya Tegaskan Tak Ada Rekayasa BAP di Polsek Cilandak | SAPA MALAM

    “Program MBG lansia dan penyandang disabilitas akan dipusatkan di BGN. Sedangkan Kemensos berperan menyiapkan petugas dan sistem distribusi makanan. Anggarannya nanti kita jadikan satu di BGN, sementara kami menyiapkan yang mengantarkan, yang merawat,” ujar Saifullah Yusuf.

    Perluasan program ini menandai langkah pemerintah dalam memperkuat jaring pengaman sosial berbasis gizi, dengan pendekatan kolaboratif lintas lembaga agar intervensi benar-benar menyentuh kelompok yang paling membutuhkan.


    Komentar
    Additional JS