Kereta Cepat Malaysia–Singapura Segera Beroperasi, 5 Menit Sampai - Kompas
Kereta Cepat Malaysia–Singapura Segera Beroperasi, 5 Menit Sampai
KUALA LUMPUR KOMPAS.com – Layanan kereta cepat lintas negara antara Johor, Malaysia, dan Singapura diperkirakan akan segera bisa digunakan pada akhir 2026.
Perjalanan dengan kereta ini hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit, jauh lebih cepat dibandingkan kemacetan di Johor–Singapore Causeway.
Tarif perjalanan diperkirakan sekitar 5–7 dollar Singapura (Rp 66.675 – Rp 93.345) per penumpang, lebih murah dibandingkan naik mobil pribadi menyeberang perbatasan.
Baca juga: 2 Jenazah Terakhir Ditemukan, Korban Tabrakan Kereta Cepat Spanyol Capai 45
Pemerintah kedua negara berharap proyek ini tidak hanya mempercepat mobilitas warga, tetapi juga memperkuat konektivitas ekonomi bilateral.
Kerangka hukum dan operasional
Parlemen Malaysia, Dewan Rakyat, telah mengesahkan undang-undang Rapid Transit System (RTS) Link Bill 2026 untuk mengatur jalur kereta lintas perbatasan ini.
Menurut Wakil Menteri Dalam Negeri Shamsul Anuar Nasarah, kereta RTS akan memiliki jadwal reguler dengan kapasitas 10.000 penumpang per jam.
Baca juga: Hasil Sidang Isbat, Awal Puasa 2026 Jatuh pada Kamis 19 Februari
Shamsul menjelaskan, "Hukum ini bertumpu pada tiga pilar utama: memberdayakan, melengkapi, dan melindungi. Pejabat Malaysia yang menjalankan tugas resmi di Singapura akan kebal dari penuntutan di pengadilan Singapura atas tindakan resmi mereka, tetapi tetap tunduk pada hukum Malaysia."
Untuk mendukung operasional, pemerintah Malaysia telah menyiapkan 794 posisi baru bagi petugas Imigrasi, Bea Cukai, dan kepolisian.
Petugas akan ditempatkan di Stasiun Bukit Chagar dan Woodlands, dengan penempatan dimulai 1 Oktober. Untuk mempercepat proses imigrasi, 100 e-gate berteknologi AI akan dipasang di kedua stasiun, memungkinkan pemrosesan penumpang hanya dalam tujuh detik.
Selain itu, Shamsul menekankan bahwa semua data rahasia, termasuk informasi biometrik, akan disimpan di pusat data resmi pemerintah Malaysia dengan kontrol keamanan fisik dan siber yang ketat. Data tidak akan dipindahkan ke server asing tanpa persetujuan resmi pemerintah.
Baca juga: Kereta Cepat Spanyol Anjlok dan Adu Banteng, 10 Orang Tewas
Perkiraan tarif dan aspek ekonomi
Menteri Transportasi Malaysia, Loke Siew Fook, menyatakan bahwa tarif kereta RTS Johor–Singapura akan diumumkan paruh kedua 2026, diperkirakan berkisar 5–7 dollar Singapura per perjalanan.
Loke mengatakan, “Tarif RTS tidak akan semurah transportasi umum Kuala Lumpur, tetapi masih lebih ekonomis dibandingkan menyeberang ke Singapura dengan mobil pribadi. Pemerintah Singapura tidak memberikan subsidi sehingga model operasional harus memastikan pembangunan yang berkelanjutan.”
Mengenai kemungkinan adanya kartu berlangganan bulanan atau diskon, Loke menegaskan bahwa pemerintah Malaysia tidak akan menyubsidi penumpang dari Singapura sehingga skema tersebut akan sulit diterapkan.
Ia menambahkan, kendaraan berpelat Singapura yang masuk ke Malaysia saat ini membayar tol 20 ringgit Malaysia (Rp 86.333), dengan 5 ringgit Malaysia (Rp 21.583) masuk ke pemerintah negara bagian Johor dan 15 ringgit Malaysia (Rp 64.750) ke pemerintah federal.
“Hanya dari tol ini, Johor memperoleh sekitar 70 juta dollar AS (Rp 302 miliar) per tahun,” jelasnya.
Baca juga: Korban Tabrakan Kereta Cepat Spanyol Capai 39 Orang, Terburuk Dalam Lebih dari 1 Dekade
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang