Mahindra Menang Banyak di Indonesia, Menakar Urgensi Mobil Impor India untuk Koperasi Desa - SindoNews
Mahindra Menang Banyak di Indonesia, Menakar Urgensi Mobil Impor India untuk Koperasi Desa
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Jum'at, 20 Februari 2026 - 15:07 WIB
Ironi pikap India di Tanah Air, mengapa pemerintah pilih impor 35.000 unit ketimbang rakitan lokal?. Foto: Mahindra
JAKARTA - Puluhan ribu Mahindra Scorpio Pikup Single Cab akan dikapalkan dari pabrik Nashik, India, menuju Indonesia dalam kesepakatan ekspor terbesar sepanjang sejarah manufaktur tersebut.
Keputusan PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mendatangkan 35.000 unit pikap Mahindra Scorpio secara utuh dari India memicu polemik di ruang publik, menandai rekor ekspor terbesar dalam sejarah Mahindra & Mahindra Ltd sekaligus mengundang skeptisisme mengenai keberpihakan pada industri otomotif lokal.
Langkah masif yang ditujukan untuk memperkuat logistik Proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ini secara volume melampaui total ekspor global Mahindra sepanjang tahun fiskal 2025, angka yang fantastis sekaligus kontroversial di mata warganet Indonesia.
Secara logika pasar, masuknya ribuan unit kendaraan niaga dari luar negeri dalam satu skema proyek negara menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai efisiensi dan strategi industri nasional.
Di tengah kampanye peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), impor dalam skala raksasa ini dianggap anomali.
Dari sisi teknis, pemilihan varian Single-Cab Scorpio Pik Up yang didasarkan pada kebutuhan akan kendaraan tangguh yang mampu beroperasi di medan berat pedesaan dengan biaya operasional minimal pun bisa diperdebatkan.
CEO Divisi Otomotif Mahindra & Mahindra Ltd, Nalinikanth Gollagunta, dalam pernyataan resminya dari Mumbai pada 4 Februari 2026, menegaskan bahwa kemitraan ini adalah pilar bagi transformasi ketahanan pangan Indonesia.
“Volume yang dikomitmenkan untuk kemitraan ini akan meningkatkan Operasi Internasional kami secara signifikan, setara dengan total volume ekspor kami di FY 2025. Pikap kami dirancang untuk berkinerja di kondisi sulit," ujar Nalinikanth.
Data spesifikasi menunjukkan bahwa kendaraan yang diproduksi di pabrik Nashik, India ini, ditenagai mesin turbo diesel 2,2 liter mHawk yang mampu menghasilkan tenaga 140 HP dan torsi puncak 320 Nm.
Spesifikasi ini memang masuk akal untuk melakukan agregasi logistik tahap awal (first-mile) dari ladang petani ke gudang koperasi.
Keunggulan pada kapasitas beban (payload) dan durabilitas di jalanan rusak menjadi alasan utama di balik pemilihan model ini untuk mendukung komersialisasi tingkat desa. Tapi, bukan berarti tidak ada pilihan lain yang juga sama-sama kompetitif.
Lebih-lebih, besarnya angka 35.000 unit ini menjadi api bagi perdebatan di media sosial.
Warganet mempertanyakan mengapa proyek negara yang menggunakan dana besar tidak melibatkan pabrikan otomotif yang sudah memiliki basis produksi di Indonesia, yang secara logis akan memberikan efek pengganda pada lapangan kerja domestik.
Selain itu, aspek purnajual bagi 35.000 unit yang tersebar hingga ke pelosok desa menjadi kekhawatiran tersendiri, mengingat ketersediaan suku cadang merek non-Jepang sering kali menjadi titik lemah di daerah terpencil.
Alasan lain, ketika pasar otomotif nasional terseok-seok dalam beberapa tahun terakhir, impor 35.000 mobil secara utuh dari India seolah melukai logika warganet.
Agrinas Pangan Nusantara memposisikan Mahindra sebagai tulang punggung yang menjembatani jarak antara produsen dan konsumen.
Proyek KDKMP bertujuan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi mandiri melalui kelancaran arus pasokan bahan pangan segar. Secara administratif, skema ini merupakan bagian dari transformasi pangan nasional yang ambisius.
Meski demikian, kritik tetap mengalir deras. Pertanyaan mengenai transparansi proses pengadaan dan alasan teknis yang membuat pikap rakitan dalam negeri dianggap tidak memenuhi kualifikasi dibanding produk India tetap menjadi misteri yang belum terjawab tuntas bagi publik.
Kehadiran Mahindra Scorpio Pik Up di tahun 2026 ini bukan hanya akan menjadi ujian bagi ketahanan mekanis kendaraan itu sendiri di jalanan Indonesia, melainkan juga ujian bagi kepercayaan publik terhadap kebijakan impor pemerintah di sektor niaga.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

Daftar Wakil Indonesia di All England 2026, Putri KW Sendirian di Tunggal Putri