0
News
    Home Berita Cilincing Featured Guru Spesial

    Nasib Kakek di Cilincing: Dituduh Jukir Liar, Jadi Pemulung Usai Gadai SK Pensiun Guru - Kompas

    7 min read

     

    Nasib Kakek di Cilincing: Dituduh Jukir Liar, Jadi Pemulung Usai Gadai SK Pensiun Guru

    JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi pengusiran dan intimidasi terhadap seorang pria lanjut usia di Tipar Cakung, Cilincing, Jakarta Utara, viral di media sosial.

    Dalam narasi video yang beredar, lansia itu dinarasikan sebagai juru parkir (jukir) liar.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    "Siapa yang nyuruh?" ucap perekam video kepada lansia itu.

    Kemudian ia terus menyuruh lansia tersebut untuk pergi hingga terdengar nada suara yang cukup tinggi.

    Kisruh BPJS PBI Dinonaktif, Mensos Ingatkan Rumah Sakit Tak Boleh Tolak Pasien

    "Gue bilang lu pergi!" kata perekam video sambil terus menarik tangan si kakek.

    Lansia tersebut terlihat berusaha melepas genggaman tanggan si perekam video sambil menjelaskan bahwa ia tidak meminta uang parkir.

    "Saya enggak minta, cuma duduk doang," kata kakek tersebut.

    Baca juga: Kisah Pensiunan Guru yang Disangka Jukir, SK Pensiun Diagunkan lalu Ditipu

    Perekam video terus menekan lansia tersebut dengan menanyakan siapa yang menyuruh untuk melakukan parkir liar. Namun, kakek tersebut masih terus membantah dengan mengatakan tidak ada yang menyuruhnya.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Belakangan diketahui pria tersebut bernama Candra Harahap (66). Pria itu ternyata bukan juru parkir liar, melainkan pencari rongsokan yang juga pensiunan guru.

    Bukan juru parkir liar

    Kepala Satpol PP Cilincing Roslely Tambunan memastikan, berdasarkan hasil pengecekan lapangan yang dilakukan Satpol PP, kakek tersebut bukan juru parkir liar.

    "Pria (kakek dalam video) tersebut terlihat pernah melakukan parkir sesekali pas lewat saja dan itu pun jarang, serta orangnya datang atau langsung pergi begitu saja," kata Roslely saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (10/2/2026).

    Di kesempatan yang berbeda, Candra mengungkapkan dirinya memang biasa istirahat di dekat warung bakso tersebut.

    "Saya cuma nongkrong di situ. Disangka orang tuh saya markir. Saya nggak markir, saya bilang. Tetap orang tuh seret saya," ucapnya saat ditemui Kompas.com di kediamannya di Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara pada Rabu (11/2/2026).

    Candra juga mengatakan bahwa dirinya tidak meminta uang parkir kepada pembeli warung bakso tersebut meski terkadang ada yang memberikannya uang.

    "Ya istilahnya pengunjungnya itu, saya duduk di motor kan, ya dikasih ya saya terimalah. Nggak saya minta," ucapnya.

    Pensiunan guru

    Candra menjelaskan, ia pensiun menjadi guru sejak tahun 2020.

    "Terakhir saya ngajar di SDN Rawa Badak Utara 05," tuturnya.

    Baca juga: Pemilik Warung Bakso Minta Maaf Tuduh Lansia Jukir Liar: Tak Bermaksud Merendahkan

    Surat keputusan pensiunnya ia gadaikan dengan maksud untuk mendapatkan modal usaha. Namun, uang hasil gadai SK tersebut tidak pernah ia terima.

    "Ya istilahnya ditipu atau enggak, nggak tahulah istilahnya. Masalahnya itu katanya cair tapi nggak nyampe ke saya," katanya.

    Mediasi dan damai

    Mei Dana, pemilik warung bakso di Cilincing, Jakarta Utara meminta maaf ke lansia Candra (66) karena mengusir dan menuduh sebagai juru parkir liar.

    Mei Dana dan Candra akhirnya sepakat berdamai saat mediasi dua kali pada Selasa (10/2/2026) malam dan Rabu (11/2/2026) siang di rumah milik Candra di Sukapura, Cilincing.

    Candra mengatakan, dirinya tidak mau terlalu repot mempermasalahkan insiden tersebut.

    "Ya namanya itu kita istilahnya, ya saya nggak mau repot-repot lah. Ya istilahnya kalau dia nyadarin ya udah. Saya juga nyadarin," ujarnya.

    Baca juga: Lansia yang Dituduh Jukir Liar Warung Bakso di Cilincing merupakan Pensiunan Guru

    Di sisi lain, Mei Dana selaku perekam video yang viral tersebut mengaku salah dan meminta maaf kepada Candra.

    "Menyesal karena kejadian ini, dan karena ini sudah menjadi sangat viral sekali di media sosial, saya mohon minta maaf," kata Mei Dana saat melakukan mediasi, Rabu.

    Mei Dana mengatakan tidak bermaksud untuk merendahkan Candra.

    "Tidak ada namanya merendahkan, tidak ada. Cuma saat itu memang Pak Candra itu sering duduk, akhirnya orang mungkin merasa iba," ucapnya.

    Ia juga mengaku tidak membentak Candra. Katanya, suara yang ada di video yang diunggah sudah melalui tahap voice over.

    "Nah, sebenarnya intonasi nadanya itu dari voice over. Saya voice over sendiri. Coba dicek di video-video sebelumnya," jelasnya

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS