Proyek Gentengisasi Prabowo: Peluang Bisnis Baru Koperasi Desa dan Inovasi Genteng dari Limbah Batubara - Radar Surabaya Bisnis
Proyek Gentengisasi Prabowo: Peluang Bisnis Baru Koperasi Desa dan Inovasi Genteng dari Limbah Batubara - Radar Surabaya Bisnis
RADAR SURABAYA BISNIS – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan gerakan nasional "Gentengisasi", sebuah inisiatif besar untuk mengganti penggunaan atap seng di seluruh Indonesia dengan genteng tanah liat.
Langkah ini tidak hanya bertujuan memperbaiki estetika kawasan pemukiman, tetapi juga membuka peluang bisnis manufaktur skala kerakyatan di tingkat desa.
Dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Sentul, Bogor (2/2), Presiden menegaskan bahwa penggunaan atap seng yang masif, terutama yang sudah berkarat, merupakan simbol kemunduran yang harus segera dibenahi.
Sisi bisnis yang paling menonjol dari program ini adalah keterlibatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai ujung tombak produksi.
Pemerintah berencana membekali koperasi-koperasi tersebut dengan pembekalan mengenai pabrik genteng skala lokal.
"Kita akan lengkapi Koperasi Merah Putih dengan pabrik genteng. Peralatannya terjangkau dan bahan bakunya melimpah di dalam negeri," ujar Presiden Prabowo. Strategi ini diharapkan dapat menekan biaya logistik dan menciptakan lapangan kerja baru di pelosok daerah.
Inovasi Produk: Memanfaatkan Limbah FABA
Menariknya, genteng yang akan diproduksi tidak hanya berbahan tanah liat murni. Presiden mengungkapkan adanya inovasi berbasis kajian akademis yang mencampurkan tanah liat dengan limbah abu batubara (Fly Ash and Bottom Ash atau FABA).
Campuran limbah industri ini diklaim mampu menghasilkan genteng yang lebih ringan secara bobot, ebih kuat secara struktur dan ramah lingkungan karena menjadi solusi pemanfaatan limbah industri yang selama ini menjadi persoalan.
Proyeksi Anggaran dan Target
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan sinyal positif terkait pendanaan. Ia memperkirakan anggaran untuk program ini tidak akan menyentuh angka Rp1 triliun.

Anggaran tersebut rencananya akan dialokasikan dari cadangan fiskal, termasuk kemungkinan pengalihan sebagian dana dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Targetnya dalam dua hingga tiga tahun ke depan, wajah Indonesia sudah berubah. Kita ingin bebas dari atap seng berkarat yang selama ini merusak pemandangan dan kenyamanan warga," tutup Presiden.